Microsoft Rilis Antivirus Gratis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Seattle: Microsoft ikut meramaikan pasar software keamanan komputer (biasa kita sebut antivirus) gratisan. Perusahaan itu merilis Microsoft Security Essentials untuk menggantikan Windows Live OneCare pada pekan ini. Software terakhir adalah piranti keamanan dan utilitas yang dibanderol US$ 49,95 per tahun. 

    Live OneCare akan berhenti dijual di pasar ritel mulai akhir Juni ini. Menurut Microsoft, mereka akan menghadirkan produk yang lebih fokus ke masalah keamanan untuk melayani konsumen secara lebih baik. Security  Essentials adalah jawabannya. 

    Microsoft Security Essentials bekerja dengan sistem operasi Windows XP, Vista, dan Windows 7. Software ini didesain ringan dan tak membutuhkan banyak ruang di memori penyimpanan komputer. Alhasil, ia bisa dipakai di komputer berspesifikasi rendah, seperti netbook itu. 

    Namun jangan sepelekan kemampuannya, setidaknya begitulah klaim dari Microsoft. Security Essentials akan mampu menangani berbagai virus, spyware, rootkit, dan Trojan. 

    Amy Barzdukas, Direktur Senior Produk Managemen bagi Divisi Online Services and Windows di Microsoft, mengatakan bahwa konsumen membutuhkan proteksi yang menyeluruh dan terus menerus terhadap ancaman. “Dan kami akan mampu meraih lebih banyak pelanggan, khususnya di pasar berkembang,” katanya. 

    Software gratisan juga ditawarkan oleh Panda Security dengan produk Panda Cloud Antivirus pada April lalu. AVG Technologies dan Symantec juga memiliki solusi gratisan yang sama. 

    J.R. Smith, CEO dari AVG, mengatakan tawaran dari Microsoft itu bagus bagi konsumen dan pasar karena akan meningkatkan perhatian bahwa produk keamanan itu sangat diperlukan. Dia yakin, AVG, Kaspersky, dan Symantec akan mencoba melahirkan produk yang lebih ekstensif dari tawaran Microsoft. 

    Microsoft Security Essentials didesain dan diciptakan untuk menemukan dan membunuh program jahat dan berbahaya yang bisa mencuri password atau mengubah komputer sebagai distributor spam. 

    Software ini akan mengunduh koleksi program jahat terbaru saban hari.  Ia akan tampak seperti diam, kecuali saat ia mendeteksi adanya ancaman dari software berbahaya. 

    Theresa Burch, Direktur Tim Security Software, mengatakan program itu akan berupaya mengenali program jahat meski tak ada dalam daftar. Saat ini mencurigai sebuah ancaman, ia akan memeriksa server Microsoft sebelum mengizinkan program itu dijalankan. 

    Microsoft juga mendesain database tentang sumber software yang bisa dipercaya. Jadi, Security Essentials tidak akan memblokir toolbar dari browser Google Inc misalnya. 

    Security Essentials akan bersaing dengan program berlangganan seperti McAfee dan Symantec dan serta beberapa paket gratisan lainnya. Tapi Burch mengatakan Microsoft tidak akan merebut konsumen perusahaan-perusahaan itu. Sasarannya, kata Burch, adalah pengguna komputer yang belum memiliki software antivirus. 

    DEDDY SINAGA | AP | INFORMATIONWEEK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.