Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Begini Cara Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal Terindeks Scopus

image-gnews
Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Scopus adalah salah satu database yang paling terkenal dalam dunia penelitian akademis. Indeks ini sering digunakan sebagai penanda dampak karya seorang peneliti. Publikasi dalam jurnal yang terdaftar di Scopus dianggap berkualitas tinggi dan dapat meningkatkan reputasi serta karier seorang peneliti.

Scopus juga merupakan sumber informasi yang sangat baik karena merupakan salah satu database terbesar yang mencakup jurnal ilmiah, prosiding konferensi, dan buku global dan regional.

Tips dan Cara Menulis Artikel Ilmiah Di Jurnal Terindeks Scopus

Dalam menulis artikel ilmiah untuk jurnal terindeks Scopus, berikut beberapa tips dan cara agar artikel ilmiah Anda dapat dimuat sebagaimana dilansir dari suistainability.tsue.uz.

  1. Pahami persyaratan Jurnal yang terindeks Scopus

Sebelum menulis artikel ilmiah Anda, penting untuk memahami kriteria yang digunakan suatu Jurnal yang terindeks Scopus. Scopus memiliki kontrol kualitas yang ketat, termasuk relevansi, keandalan ilmiah, dan kualitas editorial. Kenali kriteria indeksasi Scopus, serta persyaratan khusus jurnal target Anda, untuk memastikan jurnal ilmiah Anda memenuhi standar yang diperlukan.

Pilih jurnal yang diindeks di Scopus yang sejalan dengan topik penelitian Anda dan patuhi standar editorial yang berkualitas tinggi. Sebelum mengirimkan artikel ilmiah Anda, kenali pedoman pengiriman jurnal, persyaratan format, dan proses tinjauannya.

  1. Pilih topik yang relevan dan berdampak

Kunci untuk menulis artikel ilmiah yang layak diindeks di Scopus adalah memilih topik yang relevan dengan bidang Anda dan memiliki potensi dampak yang signifikan. Lakukan literature review atau tinjauan literatur yang mendalam untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan menilai kondisi penelitian saat ini. Hal ini akan membantu Anda merumuskan pertanyaan penelitian yang baru, menarik, dan berkontribusi pada bidang Anda.

  1. Tulis abstrak yang jelas dan ringkas

Abstrak yang ditulis dengan baik sangat penting untuk menarik perhatian para peninjau indeksasi Scopus dan editor jurnal target Anda. Abstrak Anda harus memberikan ringkasan yang singkat tentang penelitian Anda, termasuk tujuan, metode, hasil, dan implikasi studi Anda. Usahakan untuk menjaga abstrak Anda di bawah 250 kata, menggunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan dapat dipahami oleh khalayak yang luas.

  1. Gunakan metode penelitian yang kuat
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Artikel ilmiah yang layak diindeks di Scopus harus menunjukkan metode penelitian yang ketat dan reliabel. Pastikan metode Anda terencana dengan baik, sesuai dengan pertanyaan penelitian Anda, dan jelas dijelaskan dalam artikel ilmiah Anda. Bahas potensi keterbatasan dan berikan justifikasi untuk metode yang Anda pilih.

  1. Presentasikan dan diskusikan hasil Anda

Presentasikan hasil Anda secara jelas dan teratur, menggunakan tabel, gambar, dan grafik untuk membantu memvisualisasikan temuan Anda. Pastikan bagian hasil Anda fokus pada data yang paling relevan dan signifikan, menghindari detail yang berlebihan atau pengulangan. Dalam bagian diskusi, interpretasikan temuan Anda dalam konteks pertanyaan penelitian Anda dan literatur yang ada, dengan menyoroti kontribusi studi Anda pada bidang Anda.

  1. Tulis simpulan yang kuat

Simpulan Anda harus merangkum secara ringkas poin-poin utama artikel ilmiah Anda dan menekankan implikasi penelitian Anda. Bahas aplikasi potensial dari temuan Anda dan sarankan area untuk penelitian masa depan. Berhati-hatilah agar tidak mengada-ada dalam simpulan Anda atau membuat klaim yang tidak didukung argumen yang telah dibangun sebelumnya.

  1. Kutip literatur yang relevan

Artikel ilmiah yang layak diindeks di Scopus harus menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang literatur yang ada dan mengutip sumber yang relevan dengan tepat. Gunakan gaya kutip yang konsisten dalam artikel ilmiah Anda dan pastikan bahwa semua karya yang dikutip terdaftar dalam bagian referensi.

  1. Perbaiki dan revisi naskah Anda

Sebelum mengirimkan artikel ilmiah Anda, teliti dan revisi naskah Anda dengan cermat untuk memastikan bebas dari kesalahan dan inkonsistensi. Pertimbangkan untuk mencari umpan balik dari rekan-rekan atau mentor untuk meningkatkan kejelasan dan keterbacaan artikel ilmiah Anda.

  1. Kirimkan naskah Anda dan tanggapi komentar para peninjau

Setelah Anda menyiapkan naskah Anda sesuai dengan pedoman jurnal, kirimkan untuk ditinjau. Siapkan diri untuk menanggapi komentar atau saran yang diberikan oleh para peninjau, dan revisi naskah Anda sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian dengan publikasi.

Pilihan Editor: Dekan Unas Dituduh Catut Nama Dosen UMT di Jurnal, Pahami Perbedaan Jurnal SINTA dan Jurnal Scopus

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penjelasan Rektor UPNVJ soal Jurnal yang Dinilai Melanggar Kode Etik Berat

2 jam lalu

Rektor di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) periode tahun 2022-2026 Dr. Anter Venus, MA, Comm. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Penjelasan Rektor UPNVJ soal Jurnal yang Dinilai Melanggar Kode Etik Berat

Komisi Etik Penulisan UPNVJ menduga adanya pelanggaran etik kategori berat yang dilakukan oleh enam staf pengajar, termasuk rektor.


Pakar Sarankan Pakai Baju Merah ke Bandara, Kenapa?

11 hari lalu

Ilustrasi bandara (Pixabay)
Pakar Sarankan Pakai Baju Merah ke Bandara, Kenapa?

Staf maskapai penerbangan di bandara mungkin secara tidak sadar menganggap penumpang berbaju merah lebih penting atau berstatus lebih tinggi.


Bamsoet Dorong Penerbitan Jurnal Internal di Kampus Dalam Negeri

12 hari lalu

Bambang Soesatyo saat meluruskan pernyataannya mengenai ketentuan penulisan artikel penelitian jurnal, usai menerima Persatuan Profesor/Guru Besar Indonesia (PERGUBI). di Jakarta, Selasa 9 Juli 2024.
Bamsoet Dorong Penerbitan Jurnal Internal di Kampus Dalam Negeri

Kemendikbudristek sudah memiliki platform ilmiah daring Sinta yang menyajikan daftar jurnal nasional yang telah terakreditasi.


Puluhan Alumni Australian National University Tuntut Bamsoet Klarifikasi soal Penerbitan Jurnal

12 hari lalu

Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Bambang Soesatyo.
Puluhan Alumni Australian National University Tuntut Bamsoet Klarifikasi soal Penerbitan Jurnal

Alumni ANU membantah pernyataan Bamsoet yang mengatakan produk penelitian sivitas akademika ANU wajib di-submit ke lima jurnal yang diterbitkan ANU.


Terinspirasi Mainan Lato-lato, Dosen Telkom University Hasilkan Tiga Publikasi di Jurnal Internasional

13 hari lalu

Pelajar SMPN 1 Sampang dari Kabupaten Cilacap menunjukkan keterampilan bermain lato-lato dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di halaman Kantor Pusat UMP di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Minggu, 15 Januari 2023. ANTARA/Sumarwoto
Terinspirasi Mainan Lato-lato, Dosen Telkom University Hasilkan Tiga Publikasi di Jurnal Internasional

Permainan lato-lato menjadi inspirasi bagi dosen Telkom University Edy Wibowo untuk manghasilkan tiga jurnal ilmiah.


Kejanggalan Proses Jabatan Guru Besar, KIKA Jelaskan Ketentuan Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional

13 hari lalu

Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Kejanggalan Proses Jabatan Guru Besar, KIKA Jelaskan Ketentuan Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional

KIKA mengungkap penulis atau dosen yang ingin menerbitkan artikel di jurnal internasional atau bereputasi tidak perlu membayar.


127 WNI Menerima Beasiswa Fulbright 2024

25 hari lalu

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Suharti dan Asisten Menteri Luar Negeri AS Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Lee Satterfield menandatangani kesepakatan implementasi Program Fulbright di Indonesia. e.america.gov
127 WNI Menerima Beasiswa Fulbright 2024

Fulbright adalah beasiswa bergengsi untuk melanjutkan pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat.


Soroti Klaim BRIN soal Publikasi Jurnal Ilmiah, KIKA Minta Kualitas Karya Diperhatikan

26 hari lalu

Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Soroti Klaim BRIN soal Publikasi Jurnal Ilmiah, KIKA Minta Kualitas Karya Diperhatikan

KIKA mengkritik banyaknya peneliti dan akademisi Indonesia yang menerbitkan publikasi di jurnal predator dengan jaminan kualitas yang buruk.


Pj Wako Andree Algamar Kunjungi Kapal OceanXplore dalam Misi Eksplorasi Laut

28 hari lalu

Penjabat Wali Kota Padang Andree Algamar, menaiki kapal penelitian canggih  OceanXplorer milik OceanX yang tengah
berlabuh di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Minggu (23/6/2024)
Pj Wako Andree Algamar Kunjungi Kapal OceanXplore dalam Misi Eksplorasi Laut

Memenuhi undangan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang saat ini berada di Kota Padang, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar, menaiki kapal penelitian canggih OceanXplorer milik OceanX yang tengah berlabuh di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Minggu, 23 Juni 2024.


Australia dan BRIN Luncurkan Bantuan Pendanaan Baru untuk Penelitian Bidang Bioekonomi

30 hari lalu

Australia dan Indonesia pada 21 Juni 2024, meluncurkan bantuan pendanaan penelitian baru. sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia di Jakarta
Australia dan BRIN Luncurkan Bantuan Pendanaan Baru untuk Penelitian Bidang Bioekonomi

Australia dan BRIN meluncurkan bantuan pendanaan baru untuk penelitian. Pendaftaran terbuka untuk universitas, organisasi penelitian dan NGO.