Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tanggapi Modifikasi Cuaca BMKG, Peneliti BRIN: Tidak Semua Waduk Perlu Diisi Saat Kemarau

image-gnews
Giat operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh BNPB bersama lintas kementerian/lembaga di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu, 6 Januari 2024.Tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB
Giat operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh BNPB bersama lintas kementerian/lembaga di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu, 6 Januari 2024.Tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Variabilitas Perubahan Iklim dan Awal Musim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengatakan modifikasi cuaca untuk pengisian waduk harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap lokasi. Pasalnya, tidak semua waduk membutuhkan modifikasi cuaca. Apalagi masih ada potensi kemarau basah atau potensi hujan di tengah musim kering.

"Jadi apakah strategi mengisi waduk sudah tepat? Saya kira tergantung wilayahnya," kata Erma saat dihubungi Tempo, Senin 3 Juni 2024.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berencana menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengisi 35 waduk di Pulau Jawa. Strategi OMC untuk mengantisipasi musim kemarau dan potensi kekeringan di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menurut Erma, modifikasi cuaca seharusnya menyasar kawasan sentra pertanian yang rentan terdampak kemarau. Kekeringan bisa menyebabkan petani merugi akibat gagal panen.

Adapun kebutuhan air sebagian besar sentra pertanian di Pulau Jawa, kata Erma, sudah terpenuhi berkat Sungai Bengawan Solo. Artinya, lahan pertanian di Jawa cenderung aman dari situasi kemarau 2024 yang tergolong normal.

Dia juga mengingatkan soal potensi hujan dan cuaca basah di kawasan utara Gunung Semeru, sebelah barat Gunung Salak, serta wilayah Magelang-Boyolali-Temanggung. Beberapa lokasi tersebut dianggap tidak akan terpengaruh oleh musim kemarau.

“Jadi harus diperhatikan dengan seksama modifikasi cuaca ini,” ucap Erma. “Sebab biaya yang harus dikeluarkan itu cukup besar untuk sekali operasi," ujar Erma.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sejauh ini, dia meneruskan, potensi La Nina dengan intensitas lemah sangat berpeluang terjadi pada Oktober hingga Desember 2024. La Nina mampu meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia. Risiko terburuk fenomena itu adalah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Prediksi La Nina itu yang memperkuat dugaan Erma bahwa musim kemarau nanti tidak akan berdampak ekstrem.  “Kekeringan ekstrem seperti yang dibayangkan mungkin tidak akan terjadi. Cenderung normal.”

Kemarau basah yang dipicu La Nina juga kebanyakan terjadi di wilayah dekat ekuator atau garis khatulistiwa. Wilayah yang merespons La Nina lemah dengan kemarau basah adalah Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur

Erma menyarankan OMC dijalankan sesuai kebutuhan setiap lokasi. Selain mengisi waduk, dia menyebut antisipasi dampak La Nina juga penting. “Jika hujan terjadi terus menerus, maka bencana hidrometeorologi berpeluang datang," katanya.

Pilihan Editor: Wearable Teranyar Samsung Galaxy Ring Sediakan Fitur Lost Mode untuk Temukan Perangkat

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BRIN dan Petani Papua Garap Hilirisasi Kayu Putih, Awal Panen 5 Hektare Kini 49 Hektare

2 jam lalu

Hasil produksi minyak kayu putih di Kampung Rimba Jaya, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Dok: BRIN
BRIN dan Petani Papua Garap Hilirisasi Kayu Putih, Awal Panen 5 Hektare Kini 49 Hektare

BRIN ikut mengembangkan industri hilirisasi kayu putih di Biak Numfor, Papua. Industri ini diklaim memberikan manfaat ekonomi.


BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Samudra Hindia dan Selat Sunda

5 jam lalu

Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Samudra Hindia dan Selat Sunda

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.


Hamparan "Salju" di Lautan Pasir Gunung Bromo

7 jam lalu

Hamparan padang sabana hijau Gunung Bromo, tertutup kristal putih terbentuk dari embun yang membeku. Dok. Balai Besar TNBTS
Hamparan "Salju" di Lautan Pasir Gunung Bromo

Hamparan padang sabana hijau Gunung Bromo, tertutup kristal putih terbentuk dari embun yang membeku


Bulan Purnama 21 Juli, Ini Prediksi Lokasi dan Waktu Banjir Rob Menurut BMKG

9 jam lalu

Ilustrasi Bulan Purnama Serigala. Foto : Space.com
Bulan Purnama 21 Juli, Ini Prediksi Lokasi dan Waktu Banjir Rob Menurut BMKG

BMKG mengungkap adanya fenomena fase Bulan Purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di sejumlah perairan di Indonesia


Pesan Viral Hawa Dingin Karena Aphelion Menyesatkan, Begini Faktanya

10 jam lalu

Aphelion
Pesan Viral Hawa Dingin Karena Aphelion Menyesatkan, Begini Faktanya

Seperti yang dijelaskan setiap tahun, bukan fenomena aphelion yang bikin hawa dingin lebih dingin daripada biasanya tapi ...


Top 3 Tekno: WhatsApp di Ponsel Lawas, Ombak Dampak Bibit Siklon, 3 Tools AI Terpopuler

14 jam lalu

Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com
Top 3 Tekno: WhatsApp di Ponsel Lawas, Ombak Dampak Bibit Siklon, 3 Tools AI Terpopuler

Top 3 Tekno Berita Terkini dimulai dari artikel daftar ponsel yang bakal tidak dapat lagi menggunakan WhatsApp per


Peringatan Dini BMKG: Gorontalo dan 5 Wilayah Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

15 jam lalu

Ilustrasi hujan. Pixabay
Peringatan Dini BMKG: Gorontalo dan 5 Wilayah Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

BMKG memperkirakan hanya sedikit wilayah provinsi di Indonesia yang memiliki potensi hujan lebat hari ini, Selasa 16 Juli 2024.


Prediksi Cuaca BMKG: Jabodetabek Tanpa Hujan Hari Ini, Serpong Paling Panas

16 jam lalu

Ilustrasi Cuaca DKI Jakarta yang berawan. Tempo/Tony Hartawan
Prediksi Cuaca BMKG: Jabodetabek Tanpa Hujan Hari Ini, Serpong Paling Panas

Prediksi cuaca Jabodetabek hari ini, Selasa 16 Juli 2024, menurut BMKG. Suhu maksimal yang tertinggi di Serpong, suhu minimal terendah di Kota Bogor.


Alasan BRIN Sebut Kebun Raya Itera Cocok jadi Percontohan untuk Kampus dan IKN

1 hari lalu

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, mengunjungi Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis, 11 Juli 2024. Kebun Raya Itera digadang-gadang sebagai leading sector bagi perguruan tinggi di indonesia serta pendukung pendirian Kebun Raya Nasional di IKN. (Humas Itera)
Alasan BRIN Sebut Kebun Raya Itera Cocok jadi Percontohan untuk Kampus dan IKN

Kebun Raya Itera baru berusia dua tahun, namun pengembangan dan pengelolaannya dinilai sudah lebih dari cukup.


Siapkan Baju Hangat, Yogyakarta Mulai Masa Bediding Pertengahan Juli Ini

1 hari lalu

Prajurit Bregada berjaga saat Nyepi di Candi Prambanan Yogyakarta Senin, 11 Maret 2023. Tempo/Pribadi Wicaksono
Siapkan Baju Hangat, Yogyakarta Mulai Masa Bediding Pertengahan Juli Ini

Saat masa bediding, suhu minimum di wilayah Yogyakarta sebesar 17 derajat Celcius seperti yang terjadi pada Agustus 2018