Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Daging Kurban Idul Adha di UMM Dibungkus Daun Singkong

image-gnews
Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis
Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis
Iklan

TEMPO.CO, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan memotong kurban sebanyak 32 ekor kambing, 11 sapi, dan 5 ekor domba pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah yang bertepatan pada Senin, 17 Juni 2024. 

Salat Idul Adha dilaksanakan di Masjid A.R. Fachruddin. Nama ini diambil dari nama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai Haji Abdur Rozaq Fachruddin (1916-1995). Masjidnya mulai dibangun pada 1995 dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie pada 1998.

Ketua Panitia Kurban UMM Abdus Salam mengatakan, nantinya semua daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat dibungkus dengan daun singkong atau ketela (Manihot esculenta), lalu dimasukkan ke dalam besek alias wadah persegi empat bertutup yang terbuat dari anyaman bambu.

Penggunaan daun singkong dan besek bertujuan untuk mengurangi sampah plastik demi menjaga kelestarian lingkungan, sebagai bagian dari mendakwahkan green qurban. “Green qurban sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Harapannya green qurban bisa diikuti oleh masyarakat muslim lainnya,” kata Salam kepada Tempo, Ahad, 16 Juni 2024. 

Menurut Salam, pemakaian istilah green qurban selaras dengan pelbagai istilah ekologi di lingkungan Muhammadiyah, seperti “kader hijau Muhammadiyah” dan “ayat-ayat hijau” yang berintikan peneguhan komitmen Muhammadiyah untuk menjaga keberlanjutan masa depan planet Bumi yang sedang mengalami perubahan iklim cukup ekstrem.  

Berkurban dengan cara yang ramah lingkungan juga sesuai dengan Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) yang sedang digencarkan pemerintah dan UMM ingin berperan aktif membantu pencapaiannya.

Salam berharap, green qurban bisa menginspirasi masyarakat muslim untuk mengubah kebiasaan memakai pembungkus plastik saat mendistribusikan daging kurban. Pemerintah daerah di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) pun sangat diharapkan proaktif membuat peraturan daerah mengenai wadah ramah lingkungan untuk membungkus daging kurban. 

Secara terpisah, Anggota Tim Kesehatan Hewan Kurban UMM Ali Mahmud menambahkan, daun singkong hanya cocok digunakan untuk membungkus potongan daging yang kecil-kecil. 

Daun singkong dipakai karena mengandung flavonoid dan fenolik, dua senyawa kimia aktif yang bertindak sebagai antioksidan alami yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kedua senyawa ini banyak terkandung dalam tanaman dan buah-buahan. 

“Sebagai antioksidan, senyawa flavonoid dan fenolik dapat mereduksi proses oksidasi pada daging kurban sehingga tekstur dagingnya tetap empuk dan segar, serta tidak berubah warna saat dibagi-bagikan. Apalagi daun singkong gampang didapat dan berbiaya murah,” kata Ali kepada Tempo.

Bagi manusia, selain berguna untuk mencegah radikal bebas, daun singkong bermanfaat untuk mengatasi diare, mencegah anemia pada ibu hamil, mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi radang sendi, meningkatkan kekuatan tulang, mengontrol berat badan, mengoptimalkan energi, mengoptimalkan sirkulasi darah, melancarkan pencernaan, membantu proses penyembuhan luka ringan, dan menurunkan kadar kolesterol.

Selain daun singkong, daun talas/keladi (Colocasia esculenta) pun bisa dipakai sebagai pembungkus daging kurban yang ramah lingkungan. Asumsinya, pada masyarakat tertentu di Sumatera Utara, daun talas biasa dipakai untuk membungkus makanan.

Bagi manusia, daun keladi berguna lain untuk melindungi sistem saraf, mencegah anemia, mengurangi peradangan, melancarkan sistem pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bukan sembarangan daun talas yang dipakai. Daun talas yang akan dipakai untuk membungkus daging kurban harus daun talas yang sudah tua dengan ukuran diameter panjang 15-20 sentimeter supaya daging tertutup rapat dan tidak mudah tumpah. Potongan dagingnya pun harus kecil-kecil.

“Tapi, tahun ini kami tidak gunakan daun talas. Mungkin tahun depan daun talas bisa jadi pembungkus alternatif daging kurban,” kata Ali, dosen peternakan pada Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM. 

Selain daun singkong dan talas, daun lain yang dapat digunakan untuk membungkus daging kurban adalah waru, daun pisang, daun jati, daun patat (mirip kunyit), dan daun bambu.

Selain untuk mengurangi sampah plastik, penggunaan daun-daun oleh UMM sebagai bahan alternatif pembungkus daging kurban (dan juga makanan) mengacu pada isu keamanan kemasan. Ali mengaku penggunaan plastik tidak bisa sepenuhnya dihilangkan kecuali hanya dikurangi.

UMM tidak memakai plastik daur ulang lantaran riwayat penggunaan teknologi kantong plastik tidak diketahui dalam proses daur ulangnya; apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, bekas wadah kotoran hewan atau manusia, mengandung logam berat, dan lain-lain. Bahan kimia tambahan dalam proses daur juga bisa buruk bagi kesehatan manusia. 

Kehati-hatian UMM itu merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, yang menyatakan kantong atau wadah daging kurban harus terbuat dari bahan yang bersih dan tidak toksik. 

Beleid lain yang diacu adalah Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.6/MENLHK/PSLB3/PLB.3/6/2023 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik. 

Selain itu, menurut Ali, Tim Kesehatan Hewan Kurban UMM selalu memastikan kesehatan hewan yang akan disembelih. Semua hewan sudah diperiksa dengan sangat teliti sehingga aman dikonsumsi. 

Pada saat pembelian, tim kesehatan mengecek riwayat peternak, memeriksa usia hewan, dan memastikan peternaknya terpercaya. Calon hewan kurban yang sehat dicirikan, antara lain, tiada luka, tidak keluar air liur yang berlebihan, mata tidak sayu, bulu tidak berdiri, hingga wana kuku tidak pucat. 

“Hewan kurban yang sehat juga bisa dilihat dari pori-pori hidung yang mengeluarkan sedikit lendir seperti berkeringat. Kami juga mengecek apakah paru-parunya sehat dengan melihat ada tidaknya suara mengorok pada hewannya,” kata Ali. 

Kondisi kesehatan hewan harus disertai surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH. Dalam surat ini calon hewan kurban harus bebas dari cacing pita, penyakit antraks, serta bebas dari penyakit mulut dan kuku. 

Pilihan Editor: Peneliti Kembangkan Teknologi Mirip Sinar-X untuk Ponsel, Bisa Melihat Tembus Dinding

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Isi Lengkap Khotbah Idul Adha Ketua KPU Hasyim Asy'ari: Sangat Banyak Sifat Kebinatangan dalam Diri Manusia

18 hari lalu

Isi Lengkap Khotbah Idul Adha Ketua KPU Hasyim Asy'ari: Sangat Banyak Sifat Kebinatangan dalam Diri Manusia

Isi khotbah Idul Adha Ketua KPU Hasyim Asy'ari di depan Jokowi di Simpang Lima Semarang, pada Senin, 17 Juni 2024 lalu menjadi sorotan.


5 Olahan Daging Kambing Nusantara yang Bisa Dicoba dan Awet Disimpan

30 hari lalu

Dendeng Kambing. Shutterstock
5 Olahan Daging Kambing Nusantara yang Bisa Dicoba dan Awet Disimpan

Simak 5 jenis olahan daging kambing khas Indonesia yang dapat Anda coba dan dapat disimpan dengan baik:


Memanfaatkan Daging Kurban Sapi: Resep Corned Beef yang Lezat

30 hari lalu

Petugas mengemas daging hewan kurban ke dalam besek bambu saat pemotongan hewan kurban di Jakarta, Senin 17 Juni 2024. Pengemasan daging kurban dengan menggunakan besek bambu yang ramah lingkungan tersebut sebagai langkah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik saat Hari Raya Idul Adha sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah. ANTARA FOTO/Reno Esnir
Memanfaatkan Daging Kurban Sapi: Resep Corned Beef yang Lezat

Corned beef adalah hidangan daging sapi yang diawetkan dengan garam dan rempah-rempah, yang dapat disimpan ebih lama. Ini resep dari daging kurban.


Pungli Mengatasnamakan DKM Masjid dan Karang Taruna, Dua Pria Ditangkap

31 hari lalu

Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq saat dijumpai di Polsek Pondok Aren, Jumat 21 Juni 2024. (TEMPO/Muhammad Iqbal)
Pungli Mengatasnamakan DKM Masjid dan Karang Taruna, Dua Pria Ditangkap

Keduanya melakukan pungli kepada para pedagang menggunakan stempel basah dan kwitansi dengan dalih untuk pemotongan hewan kurban.


Was-was Kolesterol Tinggi Usai Lebaran Haji, Kenali Tanda-tandanya Tanpa Harus ke Dokter

32 hari lalu

Ilustrasi menu jeroan sapi. Cookpad/Khairunissya
Was-was Kolesterol Tinggi Usai Lebaran Haji, Kenali Tanda-tandanya Tanpa Harus ke Dokter

Kolesterol tinggi dapat dikenali dengan sering merasa mengantuk, kurnag nafsu makan, sering kram di malam hari, dan nyeri dada.


Adha Festival Masjid Salman ITB, 10 Ribu Sate Gratis Disiapkan untuk Pengunjung

32 hari lalu

Masjid Salman ITB (Dok. itb.ac.id)
Adha Festival Masjid Salman ITB, 10 Ribu Sate Gratis Disiapkan untuk Pengunjung

Adha Festival Masjid Salman ITB menampilkan kesenian, permainan, beberapa perlombaan, bazaar produk UMKM, serta pawai.


Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp16 Ribu, Jadi Rp1.371.000 per Gram

32 hari lalu

Emas fine gold Antam. Foto: logammulia.com.
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp16 Ribu, Jadi Rp1.371.000 per Gram

Harga emas Antam mengalami kenaikan tertinggi setelah periode libur panjang Idul Adha.


Musim Daging Kurban Berlalu, Perlukah Cek Tekanan Darah?

32 hari lalu

Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com
Musim Daging Kurban Berlalu, Perlukah Cek Tekanan Darah?

Konsumsi daging kurban atau merah yang berlebihan bisa berdampak terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau hipertensi.


Hutama Karya Catat Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatera Naik 23 Persen Selama Libur Idul Adha

32 hari lalu

Sejumlah kendaraan antre di tollgate Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Senin 15 April 2024. Menurut data Posko Bakauheni selama 24 jam terakhir, total kendaraan yang telah menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa sejak H+4 mencapai 93.025 unit kendaraan dengan total penumpang yang telah menyebrang sebanyak 387.204 orang dan diperkirakan puncak arus balik di Bakauheni terjadi tanggal 13 - 15 April 2024. ANTARA FOTO/Ardiansyah
Hutama Karya Catat Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatera Naik 23 Persen Selama Libur Idul Adha

Total 421 ribu kendaraan tercatat melintasi Jalan Tol Trans Sumatera selama libur Idul Adha 2024.


9 Tips Menabung Beli Hewan Kurban, Kumpulkan Uang 8 ribu Per Hari

32 hari lalu

Cara menabung 1 juta dalam sebulan. Foto: Canva
9 Tips Menabung Beli Hewan Kurban, Kumpulkan Uang 8 ribu Per Hari

Berikut ini beberapa tips menabung beli hewan kurban yang bisa Anda terapkan. Pastikan untuk menentukan anggaran dan target.