Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Profil Richard H. Lawler, Dokter Pelopor Transplantasi Ginjal Pertama yang Dikritik Pendeta Katolik

image-gnews
Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - 74 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 Juni 1950, Richard H. Lawler berhasil melakukan transplantasi ginjal pertama di Little Company of Mary Hospital, Evergreen Park, IL. Pasiennya adalah Ruth Tucker, seorang wanita berusia 49 tahun yang menderita penyakit ginjal polikistik (PKD).

Dilansir dari mdlinx.com, sebelumnya, Dr Lawler telah melakukan beberapa percobaan transplantasi organ pada anjing, dan menerjemahkan pengetahuan yang diperolehnya selama melakukan transplantasi pada Tucker. Ia dibantu oleh James West, MD; Raymond Murphy, MD; Mary Lou Zidek, RN; dan Nora O'Malley, perawat semak belukar.

Disaksikan oleh sekitar 40 dokter lain, Dr. Lawler melakukan prosedur ini dengan cepat. Dalam waktu 45 menit setelah pengangkatan ginjal donor, transplantasi tersebut berhasil diselesaikan. Tucker keluar dari rumah sakit 30 hari kemudian.

Ginjal tersebut berfungsi setidaknya selama 53 hari, namun harus diangkat 10 bulan setelah operasi karena terjadi penolakan oleh tubuhnya. Transplantasi ini dilakukan jauh sebelum adanya pengembangan obat imunosupresan dan teknik pengetikan jaringan yang membantu mencegah penolakan organ.

Profil Richard H. Lawler

Richard H. Lawler lahir pada 12 Agustus 1895. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Tiga adiknya – Frank serta si kembar identik Edmund dan Paul – juga berprofesi sebagai dokter. Selama Perang Dunia I, ia bertugas di Angkatan Laut AS, menerbangkan pesawat bermesin tunggal Curtiss Model F, yang dikenal sebagai kapal terbang. 

Sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi dan sekolah kedokteran, ia sempat mengajar dan melatih sepak bola di Sekolah Menengah Chicago. Lawler lulus dari DePaul University di Chicago dan memperoleh gelar kedokteran dari Loyola University Chicago Stritch School of Medicine pada 1931.

Dikutip dari chicagotribune.com, setelah menjalani magang di Rumah Sakit Mercy di Chicago, Lawler bergabung dengan staf medis Little Company of Mary pada 1932. Di rumah sakit komunitas Katolik dengan 587 tempat tidur yang dikelola oleh ordo biarawati berbasis di Inggris, dia memimpin transplantasi ginjal pada 1950. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Operasi tersebut memakan waktu 45 menit dan dampaknya dicatat dalam sebuah buku karya Edmund O. Lawler, keponakan sang ahli bedah, berjudul "The Graft: How a Pioneering Operation Sparked the Modern Age of Organ Transplants." Pasiennya, Ruth Tucker, seorang wanita Chicago berusia 44 tahun, hidup lima tahun lagi sebelum meninggal karena penyakit jantung pada 30 April 1955.

Namun, prosedur tersebut tidak luput dari kontroversi. Dilansir dari 125.depaul.edu, beberapa anggota komunitas medis berpendapat bahwa tindakan ini terlalu terburu-buru, dan beberapa pendeta Katolik mengkritik para ahli bedah karena dianggap mencoba bermain peran sebagai Tuhan. 

Akibat dari penolakan ini, Lawler tidak pernah melakukan transplantasi ginjal lagi. Meskipun operasi transplantasi dilakukan di rumah sakit Katolik dan disetujui oleh biarawati yang memimpinnya, beberapa pendeta Katolik mengecam operasi tersebut.

Namun, reputasi Lawler membaik seiring berjalannya waktu. Pada 1970, ia dinominasikan untuk Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran atas perannya dalam transplantasi organ padat pertama dalam sejarah kedokteran. Pada 1974, ia diberi penghormatan di sebuah simposium di Little Company of Mary, yang dihadiri oleh lebih dari 300 tamu, termasuk ahli bedah transplantasi dari pusat transplantasi terkemuka di Midwest.

Pilihan editor: Kilas Balik Operasi Transplantasi Ginjal Pertama dalam Sejarah oleh Dokter Richard H Lawler

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Donorkan Ginjal untuk Ayahnya, Nam Yoon Su: Sesuatu yang Harus Saya Lakukan

8 hari lalu

Aktor Korea Selatan, Nam Yoon Su. Foto: Instagram/@nam_yoonsu
Donorkan Ginjal untuk Ayahnya, Nam Yoon Su: Sesuatu yang Harus Saya Lakukan

Aktor Nam Yoon Su mengungkapkan perasaannya setelah terungkap ke publik bahwa dia mendonorkan ginjal untuk sang ayah.


Inilah 8 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda

19 hari lalu

Ilustrasi ginjal. webmd.com
Inilah 8 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda

Gagal ginjal tak hanya menyerang orang-orang di usia tua, tetapi juga orang-orang di usia muda. Berikut penyebabnya.


Terapi Ortopedia untuk Mengatasi Masalah Ortopedi, Begini Caranya

21 hari lalu

Presiden Bolivia, Evo Morales menjalani fisioterapi untuk memulihkan kakinya yang cidera di kediamannya di La Paz, Bolivia, 30 Juni 2016. Cedera yang dialami Evo cuku parah, ia bahkan harus menjalani operasi pada lutut kirinya. REUTERS/David Mercado
Terapi Ortopedia untuk Mengatasi Masalah Ortopedi, Begini Caranya

Apa itu Ortopedi? Bagaimana terapi ortopedia untuk memulihkan cedera?


Menkes Budi Gunadi Sebut Sumut Belum Memiliki Dokter Bedah Jantung Anak

25 hari lalu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai membahas kerjasama program Gas-Kipas Stunting bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Kantor Apindo, Jakarta pada Rabu, 8 Mei 2024. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Menkes Budi Gunadi Sebut Sumut Belum Memiliki Dokter Bedah Jantung Anak

Pemerintah gandeng Arab Saudi untuk mendatangkan dokter-dokter bedah jantung anak untuk mengobati dan mengajari dokter-dokter Indonesia


Kilas Balik Operasi Transplantasi Ginjal Pertama dalam Sejarah oleh Dokter Richard H. Lawler

37 hari lalu

Robert Montgomery, Leon H. Pachter, MD, Profesor dan ketua Departemen Bedah di NYU Langone dan direktur Institut Transplantasinya, melakukan xenotransplantasi pertama dari organ bukan manusia yang direkayasa secara genetik ke manusia di NYU Langone di New York. Ginjal babi telah ditransplantasikan ke manusia menjadi sebuah kemajuan besar yang potensial yang pada akhirnya dapat membantu meringankan kekurangan organ manusia untuk transplantasi. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS
Kilas Balik Operasi Transplantasi Ginjal Pertama dalam Sejarah oleh Dokter Richard H. Lawler

Dalam waktu 45 menit setelah pengangkatan ginjal donor, transplantasi ginjal tersebut berhasil diselesaikan.


Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

40 hari lalu

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

Penyakit pneumonia tetap menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah


Tes Urine Bisa Deteksi Setidaknya 5 Kondisi Kesehatan

48 hari lalu

Ilustrasi urine. Shutterstock
Tes Urine Bisa Deteksi Setidaknya 5 Kondisi Kesehatan

Tes urine adalah alat diagnostik penting yang memberikan deteksi terhadap kesehatan dan membantu ketahui kondisi tubuh secara dini.


5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

58 hari lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

Ginjal merupakan anggota tubuh berperan penting. Mencegah penyakit ginjal amat penting karena organ ini berfungsi untuk menghilangkan racun di tubuh.


Kenali Warna Air Seni atau Urine Sebagai Tanda Ganngguan Ginjal

59 hari lalu

Ilustrasi urine. Shutterstock
Kenali Warna Air Seni atau Urine Sebagai Tanda Ganngguan Ginjal

Penyakit ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada awalnya sehingga jarang diketahui. Tapi ada cara mudah mendeteksi dengan cek warna air seni.


Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

19 Mei 2024

Petugas haji melakukan scan tubuh pada seorang jamaah haji saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Medan, Sumatera Utara, 18 September 2016. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi adanya virus MERS-CoV pada jamaah haji usai menunaikan ibadah haji 2016. ANTARA/Septianda Perdana
Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

Kemenkes minta jemaah haji mewaspadai virus MERS-CoV pada musim haji. Berikut gejalanya dan risiko terinfeksi virus ini.