Uni Eropa Didesak Fasilitasi Pupuk Kompos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Di tengah meningkatnya harga pupuk akibat langkanya bahan baku kesadaran akan manfaat pupuk organik (kompos atau kandang) justru datang dari negara industry, bukan agraris.

    Ahli pertanian di Eropa menyadari pentingnya manfaat  pupuk jenis itu ditampah peluang bisnis yang bisa terbuka lewat pupuk kompos dan meminta Uni Eropa mewajibkan pemanfaatan sampah organik untuk kepentingan lain daripada hanya dibuang percuma.

    Dalam sebuah konferensi Association of Organics Recycling pekan lalu di Inggris, Direktur Pengelola European Compost Network Josef Barth mengatakan sampah organik tidak akan pernah dimanfaatkan secara serius dan maksimal tanpa ada peraturan yang mewajibkan.

    "Ada potensi sampah organik sebanyak 120 juta ton, sedangkan kita baru bisa mengumpulkan 30 juta ton,"  kata Barth.

    Ia mengatakan peraturan bisa berbentuk target minimum pemanfaatan sampah organik. Barth mengusulkan strategi penerapan aturan itu yang bisa diselipkan pada aturan saluran limbah manusia (tinja) dan akan menjadi mekanisme yang saling mendukung.

    Barth mengingatkan, tanpa konsep dan aturan pemerintah yang jelas tidak akan banyak dukungan dari pemodal atau perbankan untuk program seperti itu.

    LETS RECYCLE | RONALD SAUT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?