Sepuluh Tonggak Sejarah Kesuksesan Facebook  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Zuckerberg. AP Photo/Paul Sakuma

    Mark Zuckerberg. AP Photo/Paul Sakuma

    TEMPO Interaktif, London - Facebook saat ini menjadi satu-satunya situs jejaring sosial yang memiliki anggota paling banyak, yakni 512 juta pengguna. Sejak diluncurkan pada 2004, situs yang dibuat Mark Zuckerberg ini berhasil menggaet perhatian dunia.

    Berikut adalah sepuluh tonggak sejarah yang memicu Facebook menjadi daring paling "laris":

    1. 1 Maret 2004.
    Facebook hadir di jejaring website Universitas Harvard, tempat Mark Zukcerberg berkuliah. Ketika itu, Facebook hanya tersedia untuk terhubung dengan Ivy League dan Universitas Boston.

    2. 30 Desember 2004.
    Belum genap setahun, keanggotaan Facebook telah mencapai 1 juta orang.

    3. 2 September 2005.
    Tak hanya Universitas Harvard dan Boston, saat itu jejaring Facebook mulai terbuka untuk sekolah lanjutan atas di Amerika Serikat.

    4. 1 Oktober 2005
    Facebook mulai berekspansi secara internasional. Situs jejaring sosial ini mulai hadir di Inggris, Irlandia, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

    5. 5 September 2006
    Facebook meluncurkan berbagai fitur-fitur baru yang membuat perubahan besar. Dengan fitur tersebut, informasi dari pengguna lebih terkontrol dan tidak harus diketahui seluruh anggota yang masuk dalam daftar temannya.

    6. 1 Maret 2007
    Facebook mencatat sebanyak satu juta pengguna aktif di Inggris.

    7. 24 Mei 2007
    Facebook membuka platform yang memungkinkan para pengembang untuk memasukkan game.

    8. 21 September 2009
    Facebook menutup platform iklan.

    9. 21 Juli 2010
    Pengguna Facebook di seluruh dunia mencapai 500 juta anggota, atau mencakup delapan persen dari populasi dunia.

    10. 17 September 2010
    Facebook place diluncurkan di berbagai negara di dunia, seperti

    Telegraph|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.