Ditemukan Mi Cina Berusia 2.500 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Mi, kue, bubur, dan tulang daging yang terpendam selama 2.500 tahun ditemukan di sebuah pemakaman di Cina, seperti yang tertulis dalam laporan yang dimuat di Journal of Archaeological Science.

    Lantaran kue yang ditemukan dimasak dalam tungku, penemuan ini menyimpulkan bahwa bangsa Cina merupakan salah satu pembuat kue pertama di dunia. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa bangsa Mesir kuno juga sudah mahir memanggang kue.

    Namun penemuan baru ini membuktikan bahwa masyarakat Cina bagian utara tergolong sangat mahir memanggang. Bahkan, teknik memasak yang lebih rumit mampu mereka lakukan.

    “Dengan menggunakan api dan batu, sejumlah biji-bijian mereka makan dan menjadi makanan pokok,” kata Yiwen Gong, ketua tim penulis laporan.

    Gong dari Graduate University of Chinese Academy of Sciences dan timnya menemukan sejumlah makanan tersebut di Pemakaman Subeixi di Provinsi Turpan, Xinjiang, Cina. Daerah tersebut memiliki iklim gurun pasir.

    “Hasilnya, udara sangat kering. Bahkan mumi dan tanaman yang tertimbun tak mengalami kerusakan berarti,” ucap beberapa ilmuwan. Mereka menambahkan bahwa mayat-mayat yang ada di sana lebih menyerupai bangsa Eropa ketimbang Asia. “dari 19 mumi yang kami teliti, hanya tiga menyerupai bangsa Mongolia.”

    Makanan yang ditemukan, termasuk mi, berada dalam mangkuk yang terbuat dari tanah liat, tulang kepala kambing. Selain itu juga ada kue berbentuk bulat panjang dan kue kering berbentuk bulat mirip kue bulan khas Cina zaman sekarang.

    Dalam analisa kimia diyakini bahwa baik mi maupun kue terbuat dari bahan padi-padian yang umum ditemukan. “Teknik memanggang bukanlah metode memasak dalam resep Cina kuno. Bahkan hingga kini,” kata Gong.

    Meski begitu penemuan ini membuktikan bahwa memanggang juga dilakukan secara luas di bagian utara Cina pada 2.500 tahun silam. Penemuan ini juga memperlihatkan bahwa padi-padian menjadi makanan pokok mereka.

    Houyuan Lu dari Chinese Academy of Sciences' Institute of Geology and Physics, pernah menemukan mi yang terbuat dari padi-padian berusia 4.000 tahun di Laija, juga di bagian utara Cina.

    “minya tipis, lembut, panjangnya lebih dari 19,7 inci, dan berwarna kuning,” kata Lu. “Bentuknya mirip mi La-Mian, mi tradisional Cina yang dibuat dengan cara menarik berulang kali dengan tangan.”

    MSNBC | FIRMAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?