Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Penuhi Target COP21

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin adat dari berbagai belahan dunia berdoa saat berlayar di Seine dekat Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, 6 Desember 2015. Aksi tersebut untuk menuntuk solusi terbaik terhadap perubahan iklim yang saat ini masih dirundingkan dalam KTT Perubahan Iklim (COP21). REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Pemimpin adat dari berbagai belahan dunia berdoa saat berlayar di Seine dekat Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, 6 Desember 2015. Aksi tersebut untuk menuntuk solusi terbaik terhadap perubahan iklim yang saat ini masih dirundingkan dalam KTT Perubahan Iklim (COP21). REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, Jakarta -Negara-negara Uni Eropa siap membantu Indonesia mencapai target COP21. Dalam perjanjian yang diteken 12 Desember lalu, 195 negara sepakat menjaga kenaikan suhu di bawah 2 derajat Celsius dari era praindustri.

    “Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam hal ini,” kata Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Guerend di Jakarta pada Selasa, 15 Desember 2015. UE akan memberikan bantuan sebesar-besarnya dari pelbagai bidang untuk banyak program berkaitan dengan lingkungan.

    Pertama, tentu bantuan dana. Gabungan 28 negara Eropa ini menggelontorkan 40 juta Euro untuk tiga program utama di Indonesia. Ketiganya melingkupi program bidang konservasi biodiversitas; penataan lahan gambut dan mitigasi asap; serta bantuan teknis untuk perubahan iklim seperti pembangunan rendah karbon dan gerakan hijau.

    Beberapa negara, seperti Jerman, juga menjanjikan bantuan transfer teknologi ramah lingkungan. Inggris, yang memang sejak lama sudah campur tangan dalam sistem penataan hutan dan kayu, belum menunjukkan tanda-tanda akan angkat kaki.

    Mereka mengaku optimistis dengan kontribusi Indonesia dalam menjaga iklim global. Salah satu itikad baik yang terlihat adalah saat Presiden Joko Widodo merombak aturan pengelolaan lahan gambut.

    “Ini akan memudahkan pemantauan siapa yang harus bertanggungjawab bila terjadi kebakaran lahan,” kata Konselor Bidang Kooperasi UE Franck Viault. Selain itu, langkah penutupan kanal untuk mencegah illegal logging juga menuai pujian.

    Kesepakatan Paris memuat tujuan global untuk adaptasi perubahan iklim, termasuk secara terpisah menyebut tentang kerusakan dan kerugian akan dampak perubahan iklim (loss and damage).
     
    Selain itu, di dalam naskah perjanjian ini ada penegasan bahwa semua negara harus bertindak untuk menahan laju deforestasi, degradasi lahan, dan memperbaiki tata kelola lahan. Sektor kehutanan ini termasuk proses yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan perhitungan emisi karbon pada sektor lahan. 

    URSULA FLORENE | UNTUNG WIDYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.