Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Zuckerberg dan 13 CEO Teknologi Tolak UU Diskriminatif di Texas

image-gnews
Mark Zuckerberg, pengusaha muda asal Amerika menempati posisi keenam dengan total kekayaan $44,6 miliar. Pendiri dan CEO Facebook yang baru berusia 31 tahun ini pernah terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. bulk.com.vn
Mark Zuckerberg, pengusaha muda asal Amerika menempati posisi keenam dengan total kekayaan $44,6 miliar. Pendiri dan CEO Facebook yang baru berusia 31 tahun ini pernah terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. bulk.com.vn
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mark Zuckerberg, Tim Cook, dan CEO dari 12 perusahaan teknologi lainnya meminta Gubernur Texas Greg Abbott tidak mensahkan "undang-undang diskriminatif" karena para anggota parlemen negara bagian ini terus memperdebatkan "tagihan kamar mandi" yang akan mempengaruhi siswa transgender.

Dalam sebuah surat kepada Abbott tangal 27 Mei, para eksekutif  ini mengatakan bahwa "berlakunya undang-undang yang diskriminatif" di Texas akan "buruk bagi karyawan dan bisnis kami."

Surat itu juga ditandatangani oleh CEO Google Sundar Pichai, Presiden Microsoft Brad Smith dan CEO Worldwide Consumer Amazon Jeff Wilke.

Undang-undang yang sedang diusulkan itu meminta siswa transgender menggunakan toilet sesuai dengan jenis kelamin yang tercantum pada akta kelahiran mereka.

Abott, seorang Republikan, mengatakan bahwa dia ingin mensahkan undang-undang itu sebelum legislatif Texas menundanya pada akhir Mei, namun undang-undang tersebut mendapat tentangan dari kelompok LGBT dan organisasi bisnis yang menggambarkannya sebagai diskriminatif.

"Sebagai pengusaha besar di negara bagian ini, kami sangat khawatir bahwa undang-undang semacam itu akan sangat merusak reputasi Texas sebagai sebagai negara bagian yang terbuka dan bersahabat bagi bisnis dan keluarga," tulis para CEO dalam surat mereka kepada Abbott.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kemampuan kami untuk menarik, merekrut dan mempertahankan talenta terbaik, mendorong relokasi bisnis, ekspansi dan investasi baru, dan menjaga daya saing ekonomi kami semua akan terpengaruh secara negatif."

"Diskriminasi itu salah dan tidak ada tempat di Texas atau di manapun di negara kita," surat tersebut berlanjut. "Perspektif kami didasarkan pada nilai dan komitmen jangka panjang kami terhadap keragaman dan keinklusifan."

Lebih dari 80 eksekutif teknologi menentang undang-undang serupa di North Carolina tahun lalu, dalam sebuah surat kepada mantan Gubernur Pat McCrory. RUU itu sebagian dicabut pada Maret di bawah Gubernur dari Demokrat yang saat ini tengah menjabat Roy Cooper, demikian The Verge.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bos Meta Mark Zuckerberg Ogah Dukung Trump atau Biden dalam Pilpres AS

1 hari lalu

Mark Zuckerberg (Meta)
Bos Meta Mark Zuckerberg Ogah Dukung Trump atau Biden dalam Pilpres AS

CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg menolak mendukung Donald Trump atau Joe Biden dalam pilpres AS pada November mendatang


7 Orang Terkaya di Dunia Periode Juli 2024, Bos Amazon Salip Pemilik Perusahaan LVMH

3 hari lalu

CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran layanan internet berbasis satelit Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Klod Denpasar, Bali, Minggu, 19 Mei 2024.  ANTARA/Muhammad Adimaja
7 Orang Terkaya di Dunia Periode Juli 2024, Bos Amazon Salip Pemilik Perusahaan LVMH

Berikut ini daftar orang terkaya di dunia pada Juli 2024 versi Forbes. Elon Musk masih menduduki peringkat pertama dengan kekayaan bertambah.


Meta Cabut Beberapa Pembatasan Akses Donald Trump pada Platform Mereka, Ini Alasannya

4 hari lalu

Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Brendan McDermid
Meta Cabut Beberapa Pembatasan Akses Donald Trump pada Platform Mereka, Ini Alasannya

Meta mengatakan pihaknya mencabut beberapa pembatasan yang berlaku pada akun Facebook dan Instagram milik Donald Trump. Apa alasannya?


Akun Facebook dan Instagram Donald Trump Dibebaskan Kembali, Begini Penjelasan Meta

5 hari lalu

Sebuah ilustrasi foto menunjukkan akun Twitter Presiden AS Donald Trump yang diblokir pada ponsel cerdas di ruang rapat Gedung Putih di Washington, AS, 8 Januari 2021. Platform media sosial Twitter memutuskan memblokir permanen akun pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Sabtu 9 Januari 2021. Keputusan diambil setelah sempat memulihkan akun itu kemarin--pasca demo rusuh di Capitol Hill--namun kemudian menilai terjadi lagi pelanggaran oleh akun itu terkait risiko hasutan untuk melakukan kekerasan. REUTERS/Joshua Roberts/Illustration
Akun Facebook dan Instagram Donald Trump Dibebaskan Kembali, Begini Penjelasan Meta

Pengumuman Meta sehari sebelum insiden penembakan yang melukai Donald Trump saat dia berkampanye di Pennsylvania


Begini Cara Membagikan Status WhatsApp ke Cerita Facebook

8 hari lalu

Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp
Begini Cara Membagikan Status WhatsApp ke Cerita Facebook

Untuk mengaktifkan fitur berbagi status WhatsApp ke Cerita Facebook, Anda perlu terlebih dahulu mengonfirmasi akun Facebook di WhatsApp.


Setahun Threads Berdiri, Meta Ungkap Ada 175 Juta Pengguna Bulanan

15 hari lalu

Logo aplikasi Meta Threads. REUTERS/Dado Ruvic
Setahun Threads Berdiri, Meta Ungkap Ada 175 Juta Pengguna Bulanan

Tepat setahun berselang diluncurkan, jumlah pengguna Threads terus bertumbuh,


Meta Membarui Pelabelan Konten Kecerdasan Buatan, Apa Itu AI Info?

16 hari lalu

Ilustrasi Logo Meta. REUTERS/Dado Ruvic
Meta Membarui Pelabelan Konten Kecerdasan Buatan, Apa Itu AI Info?

Meta mengumumkan pembaruan memberikan label konten yang dibuat dengan AI


Kasus Ibu Cabuli Anak, Polisi Sebut Pelaku Utama Sering Ganti Ponsel dan Akun Palsu

21 hari lalu

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Safri Simanjutak di Polda Metro Jaya pada Selasa, 16 Januari 2024. TEMPO/Desty Luthfiani.
Kasus Ibu Cabuli Anak, Polisi Sebut Pelaku Utama Sering Ganti Ponsel dan Akun Palsu

Polda Metro Jaya masih menyelidiki M yang merupakan pelaku utama kasus video ibu cabuli anak.


Kontraktor Apple Kena Tuduhan Diskriminasi pada Perempuan Menikah

22 hari lalu

Seorang wanita Hindu yang telah menikah berdoa usai mengikat benang suci ke pohon beringin pada hari bulan purnama dalam festival Vata Savitri Purnima di Ahmedabad, India, (23/6). Festival untuk mendoakan suami dan keluarga mereka. REUTERS/Amit Dave
Kontraktor Apple Kena Tuduhan Diskriminasi pada Perempuan Menikah

India meminta laporan dari otoritas terkait perihal dugaan perempuan menikah tidak masuk daftar orang yang direkrut kerja di pabrik iPhone


Meta Tingkatkan Fitur Kacamata Pintar Ray-Ban, Bisa Rekam Video 3 Menit

23 hari lalu

kacamata pintar Ray-Ban Meta (Dok. Web Meta)
Meta Tingkatkan Fitur Kacamata Pintar Ray-Ban, Bisa Rekam Video 3 Menit

Produk kacamata pintar Meta, Ray-Ban, bisa merekam video hingga 3 menit. Setelannya harus diubah secara manual.