Bapak Android, Andy Rubin, Punya Paten Kacamata Pintar?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Rubin. Talkandroid.com

    Andy Rubin. Talkandroid.com

    TEMPO.CO, CaliforniaAndy Rubin, bapak Android sekaligus pendiri perusahaan teknologi Essential, disebut-sebut memiliki paten kacamata pintar seperti Google Glass. Seperti dikutip dari laman berita The Verge, perangkat ini bisa menangkap gambar dan video dengan sudut yang sejajar dengan mata manusia dan kemampuan augmented reality. Sekadar informasi, Essential didirikan Rubin bersama Matt Hershenson.

    Namun, para penggemar teknologi jangan senang dulu. Sebab, seperti yang diberitakan, kaca mata pintar buatan bapak Google ini baru sekadar paten lama yang diungkap laman Patently Apple. Artinya, produk ini belum tentu akan dibuat oleh Essential.

    Baca: Membaca Masa Depan Virtual Reality dan Augmented Reality

    Dalam laman tersebut dipaparkan, bahwa kacamata ini bekerja dengan lensa yang sangat sensitif cahaya. Ada fitur dual-mode display yang bisa menampilkan tampilan berlapis dengan memanfaatkan kamera untuk melacak pergerakan mata. Seperti perangkat dengan teknologi augmented reality lainnya, kacamata ini bisa menampilkan informasi objek yang dilihat pengguna.

    Sebelumnya, Essential merilis Essential Phone, perangkat smart home, dan kamera 360 derajat. Ponsel pintar perdana buatan perusahaan Rubin ini memakai otak canggih terbaru, yakni Qualcomm Snapdragom 835 dengan random acess memory (RAM) sebesar 4 gigabita, dan memori internal mencapai 128 gigabita. Essential Phone kabarnya akan dijual dengan harga sekitar US$ 699 atau setara Rp 9,5 juta.

    Baca: Tidak Mati, Google Glass Kini Jadi Project Aura

    Kita tunggu saja, selain kacamata pintar pesain Google Glass, Andy Rubin akan memberikan kejutan apa lagi.

    THE VERGE | AMRI MAHBUB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?