Inilah Peta Digital Blusukan Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan petani di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. Disela kunjungan kerjanya ke Bendungan Jatigede, Presiden menyempatkan berdialog langsung dengan masyarakat. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan petani di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. Disela kunjungan kerjanya ke Bendungan Jatigede, Presiden menyempatkan berdialog langsung dengan masyarakat. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lokasi dan kegiatan blusukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kini telah dipetakan secara digital, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengetahui daerah mana saja yang telah dikunjungi presiden ketujuh RI itu.

    Peta digital tersebut ada di dalam situs presidenri.go.id. Anda dapat membuka menu "Blusukan" yang ada di pojok kanan atas untuk melihat peta digital tersebut.


    Foto blusukan Presiden Joko Widodo. (presidenri.go.id)

    Peta itu tidak hanya memuat daftar lokasi, tetapi juga keterangan kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan Jokowi di daerah tersebut. Bahkan, sebagian daerah telah dilengkapi dengan foto.

    Baca: 'Blusukan' Presiden Jokowi di Dunia Maya Dinilai Efektif

    Anda dapat melihat lebih rinci peta (zoom), lalu klik drop pin lokasi. Misalnya, dalam kunjungan ke Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (3/6), Presiden Jokowi menegaskan tak akan membiarkan komunisme berkembang di Tanah Air.

    Keterangan tersebut juga tertaut pada laman berita aktual di situs tersebut dengan judul "Tak Ada Tempat Bagi Komunisme di Indonesia!".

    Selain Malang, Jawa Timur, Presiden Jokowi juga telah mengunjungi beberapa wilayah di Tanah Air di antaranya Pulau Sebatik, Pulau We dan Pulau Buru. 

    Dari peta digital tersebut juga dapat diketahui daerah-daerah mana saja yang belum dikunjungi Jokowi, seperti Pulau Sumba dan Pulau Nias.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.