Rabu, 16 Agustus 2017

Paris Pertimbangkan Video Game Masuk Cabang Olimpiade 2024

Rabu, 09 Agustus 2017 | 10:04 WIB
Sebastian Coe. AP/Alastair Grant

Sebastian Coe. AP/Alastair Grant.

TEMPO.CO, Paris - Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris bisa jadi momen besejarah bagi kompetisi video game. Presiden komite tender Olimpiade Paris mengatakan kepada Associated Press bahwa diskusi akan digelar dengan orang-orang dari lingkaran video game kompetitif dan Komite Olimpiade Internasional untuk membahas prospek gamer bersaing untuk emas Olimpiade.

Baca: Penelitian: Video Game Kekerasan Picu Perilaku Agresif

Tony Estanguet, presiden komite tender Prancis, mengatakan kepada AP bahwa komunitas video game layak untuk setidaknya menjadi bagian dari diskusi itu. "Kita harus fokus karena kita tidak bisa mengatakan, 'Ini bukan kita. Ini bukan tentang Olimpiade,'" kata Estanguet, sebagaimana dikutip Gamespot, Selasa 8 Agustus 2017.

"Saya tidak ingin mengatakan 'tidak' dari awal," tambahnya. "Saya pikir menarik untuk berinteraksi dengan IOC, dengan mereka, keluarga eSports, untuk lebih memahami  prosesnya."

Paris belum resmi diumumkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2024, tapi hal itu diharapkan akan dipastikan pada bulan September. Los Angeles baru-baru ini terpilih untuk menjadi tuan rumah acara tersebut pada tahun 2028 sebagai ganti 2024.

Baca: Studi: Main Video Game Ampuh Atasi Stres Kerja


Pada tahun 2014, mantan chief creative officer Blizzard, Rob Pardo, mengatakan ada argumen yang sangat baik agar video game menjadi bagian dari Olimpiade. "Saya pikir cara Anda melihat eSports adalah bahwa itu adalah sekumpulan keahlian yang sangat kompetitif dan refleksnya secepat kilat dan mereka harus membuat keputusan yang sangat cepat," katanya.

GAMESPOT | ERWIN Z


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.