Bobot Galaksi Bima Sakti Terungkap, Triliunan Kali Massa Matahari

Senin, 11 Maret 2019 11:40 WIB

Pemandangan gugusan Bima Sakti atau Milky Way saat malam Hari Raya Nyepi tahun Saka 1940 di kawasan Tuban, Badung, Bali, 18 Maret 2018. Gugusan Bima Sakti terlihat lebih jelas di langit saat Nyepi di Bali. ANTARA/Fikri Yusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi riset antariksa Eropa atau European Southern Observatory (ESO) mengungkap berat galaksi Bima Sakti yang bervariasi, mulai dari sekitar 500 miliar hingga 3 triliun kali massa Matahari. Namun, jumlah tersebut sulit untuk dijabarkan, karena 85 persen massa galaksi terdiri dari materi gelap, benda misterius yang tidak menyerap atau memancarkan cahaya.

Baca: Inilah NGC 1052-DF2, Galaksi Hantu yang Bikin Bingung Ilmuwan
Baca: Teleskop Antariksa Hubble Menangkap Gambar Dua Galaksi Menyatu
Baca: Bakal Bertabrakan, Ini Ukuran Galaksi Bima Sakti dan Andromeda

"Kami tidak bisa mendeteksi materi gelap secara langsung, itulah yang menyebabkan ketidakpastian saat ini dalam massa Bima Sakti. Anda tidak dapat mengukur secara akurat apa yang tidak dapat Anda lihat," ujar peneliti dari ESO di Garching, Jerman Laura Watkins, seperti dilansir laman space.co, Ahad, 10 Maret 2019.

Namun, Watkins dan rekan-rekannya menemukan solusi, yang mereka laporkan dalam sebuah studi baru. Mereka mengukur kecepatan kluster globular, gumpalan bintang yang mengorbit piringan spiral Bima Sakti yang masih menjadi bagian dari galaksi.

"Semakin besar sebuah galaksi, semakin cepat gugusannya bergerak di bawah tarikan gravitasinya," kata rekan penulis studi N. Wyn Evans, dari University of Cambridge di Inggris. "Sebagian besar pengukuran sebelumnya telah menemukan kecepatan di mana sebuah cluster mendekati atau surut dari Bumi, yaitu kecepatan di sepanjang garis pandang kami."

Angka itu adalah 1,5 triliun massa Matahari (spesifiknya 129.000 tahun cahaya dari pusat galaksi). Angka itu tepat di tengah kisaran yang digambarkan oleh penelitian sebelumnya. Tim mengandalkan pengamatan oleh dua alat astronomi yang paling kuat, Hubble Space Telescope NASA dan pesawat ruang angkasa Gaia Eropa.

Gaia, yang diluncurkan pada Desember 2013, secara tepat mengukur posisi dan gerakan ratusan juta obyek, membantu para peneliti membuat peta 3D paling detail dari Bima Sakti yang pernah dibuat. "Kami juga bisa mengukur gerakan menyamping dari kelompok, dari mana total kecepatan, dan akibatnya massa galaksi dapat dihitung," tutur Evan.

Tim telah mempelajari gerakan 46 gugus bola, 34 di antaranya diamati Gaia dan 12 diukur Hubble. Yang paling jauh dari rumpun bintang ini terletak sekitar 129.000 tahun cahaya dari Bumi. Untuk perspektif, piringan Bima Sakti memiliki lebar sekitar 100.000 tahun cahaya.

Watkins adalah penulis utama studi baru yang telah diterima untuk dipublikasikan di Astrophysical Journal dan bisa diakses secara gratis di situs pracetak online arXiv.org .

Simak kabar terbaru tentang galaksi Bima Sakti hanya di kanal Tekno Tempo.co

SPACE.COM | ASTROPHYSICAL JOURNAL | ARXIV.ORG

Berita terkait

Perburuan Korona Saat Gerhana Matahari Total Hari Ini Kerahkan Pesawat Jet NASA

26 hari lalu

Perburuan Korona Saat Gerhana Matahari Total Hari Ini Kerahkan Pesawat Jet NASA

Para peneliti matahari telah menunggu bertahun-tahun untuk momen 4 menit gerhana matahari total di Amerika pada Senin pagi-siang ini waktu setempat.

Baca Selengkapnya

Siang Ini Amerika dan Kanada Alami Gerhana Matahari Total, Begini Tahapan Terjadinya

26 hari lalu

Siang Ini Amerika dan Kanada Alami Gerhana Matahari Total, Begini Tahapan Terjadinya

Walaupun Indonesia tidak alami gerhana matahari total yang terjadi hari ini, tetapi ini merupakan fenomena menarik di dunia.

Baca Selengkapnya

Gerhana Matahari Total 8 April Akan Sebabkan Ledakan di Matahari, Ini Penjelasan BMKG

27 hari lalu

Gerhana Matahari Total 8 April Akan Sebabkan Ledakan di Matahari, Ini Penjelasan BMKG

Gerhana matahari total 8 April akan membuat ledakan-ledakan di matahari terlihat.

Baca Selengkapnya

Inilah Wilayah yang Akan Terjadi Gerhana Matahari Total 8 April 2024

27 hari lalu

Inilah Wilayah yang Akan Terjadi Gerhana Matahari Total 8 April 2024

NASA telah mengumumkan akan terjadi gerhana matahari total pada 8 April 2024. Berikut lokasinya.

Baca Selengkapnya

Jelang Gerhana Matahari 8 April, Kenali Fenomena Gerhana Matahari Terlama di Alam Semesta

30 hari lalu

Jelang Gerhana Matahari 8 April, Kenali Fenomena Gerhana Matahari Terlama di Alam Semesta

Sistem yang disebut dengan kode astronomi TYC 2505-672-1 memecahkan rekor alam semesta untuk gerhana matahari terlama.

Baca Selengkapnya

Benarkah Bumi Akan Alami Kegelapan pada 8 April 2024?

36 hari lalu

Benarkah Bumi Akan Alami Kegelapan pada 8 April 2024?

Ahli Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan informasi yang menybut Bumi akan mengalami kegelapan pada 8 April 2024 tidak benar.

Baca Selengkapnya

Proses Warna Bulan Jadi Merah Saat Terjadi Gerhana, Berikut Penjelasannya

46 hari lalu

Proses Warna Bulan Jadi Merah Saat Terjadi Gerhana, Berikut Penjelasannya

Bulan tampak berwarna merah selama Gerhana Bulan Total terjadi. Hal ini disebabkan karena proses yang disebut hamburan Rayleigh.

Baca Selengkapnya

Ledakan Beruntun Bintik Matahari Raksasa, Apa Dampaknya ke Bumi?

28 Februari 2024

Ledakan Beruntun Bintik Matahari Raksasa, Apa Dampaknya ke Bumi?

Bintik di salah satu sisi matahari mengeluarkan sejumlah ledakan dahsyat pada pekan lalu. Lontaran gelombangnya menghadap ke bumi.

Baca Selengkapnya

Viral Penampakan 2 Matahari di Mentawai Jelaskan Fenomena Langka Sun Dog

23 Februari 2024

Viral Penampakan 2 Matahari di Mentawai Jelaskan Fenomena Langka Sun Dog

Sun dog juga bisa terlihat seperti ada 7 matahari di langit. Masyarakat di Indonesia beruntung kalau bisa melihat fenomena ini.

Baca Selengkapnya

Mengapa Awan Hujan Berwarna Abu-abu?

27 Desember 2023

Mengapa Awan Hujan Berwarna Abu-abu?

Awan hujan berwarna abu-abu karena ketebalannya atau ketinggiannya.

Baca Selengkapnya