Minggu, 18 Februari 2018

Universitas Indonesia Resmikan Gedung Riset Multidisiplin

Reporter:

Irsyan Hasyim (Kontributor)

Editor:

Amri Mahbub

Jumat, 12 Januari 2018 09:39 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Indonesia Resmikan Gedung Riset Multidisiplin

    Peresmian Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin kerjasama Universitas Indonesia dan PT Pertamina. Humas Universitas Indonesia. TEMPO

    TEMPO.CO, Depok - Universitas Indonesia meresmikan Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Gedung ini merupakan hasil kerjasama dengan PT. Pertamina (Persero). Peresmian tersebut dilakukan oleh Rektor UI Muhammad Anis dan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik.

    Selain peresmian gedung, kegiatan kali ini juga dilakukan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-57 FMIPA UI yang diisi oleh orasi ilmiah dan menghadirkan beberapa tokoh nasional sebagai narasumber. Di antaranya, yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

    Menteri Luhut membawakan materi presentasi dengan judul "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Era Desruptif: Membangkitkan Kembali Semangat Maritim". Dalam materinya ia memaparkan bahwa ekonomi Indonesia merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia, dengan kontribusi sebesar 2,5 persen. Di tingkat ASEAN, angka investasi Indonesia terbanyak kedua setelah Singapura.

    "Indonesia ini jangan terlalu diprimordialkan, bicara agama terus, sedangkan di luar ekonomi Indonesia itu sedang dipandang sangat bagus. Bukalah wawasan kita, lihat perkembangan politik dan ekonomi dunia. Arah kita harus kesana. Jangan sampai dirusak oleh kepentingan kelompok. Sejarah membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita," ujar Luhut di Universitas Indonesia, Kamis, 11 Januari 2018.

    Sedangkan Bambang Brodjonegoro membawakan presentasi dengan judul "Science and Innovation In Disruptive Era: Reinventing The Maritime Spirit". Dalam presentasinya ia menekankan kepada peran riset universitas dalam memajukan perekonomian bangsa, terutama dalam hal menciptakan merek dagang yang mendunia.

    "Satu yang kurang dari industri kita, yaitu bidang Research and Development. Tanpa Research and Development di suatu perusahaan, tidak akan ada inovasi dalam suatu merek dagang, dan akhirnya akan berujung pada kurangnya daya saing. Disinilah peran perguruan tinggi untuk menghasilkan riset-riset yang bermanfaat bagi daya saing ekonomi kita," ungkapnya.

    Dalam acara ini juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Teknik UI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Sedangkan FMIPA UI menandatangani perjanjian kerja sama yang merupakan kelanjutan dari MoU yang pernah ditandatangani sebelumnya dengan LAPAN. Penandatanganan MoU dan kerja sama dilakukan oleh Rektor UI dan Kelapa LAPAN Thomas Djamaluddin. Kerja sama dilakukan dalam bidang akademik dan riset.

    "Jadi nantinya akan ada sharing facility, mahasiswa UI dapat menggunakan fasilitas laboratorium LAPAN begitu juga sebaliknya. Staf LAPAN juga dapat melanjutkan jenjang akademik S2 dan S3 mereka di UI, tapi base on research, langsung fokus ke riset yang spesifik. Para ahli LAPAN juga bisa menjadi pembimbing atau supervisor bagi mahasiswa-mahasiswa UI yang sedang menyelesaikan skripsi ataupun tesis," ujar Anis.

    Anis menambahkan pembangunan Laboratorium Riset Multidisiplin ini merupakan hasil implementasi kerjasama antara Universitas Indonesia dengan Pertamina yang telah berjalan lebih dari 10 tahun. "Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan di bidang sains di masa depan, terutama dalam peningkatam jumlah dan kualitas riset, serta sebagai upaya mewujudkan World Class Research University yang dapat memberikan solusi pembangunan berkelanjutan" katanya.

    Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin ini dirancang dengan konsep Green Building, yang sarat dengan konsep ramah lingkungan dengan menerapkan efesiensi energi untuk pencahayaan dan sirkulasi udara. Gedung Laboratorium ini terdiri atas delapan lantai dengan luas lantai masing-masing hampir 1.000 meter persegi. "Riset Multidisiplin diharapkan mampu mendorong pertumbuhan karya inovasi bagi pembangunan bangsa serta mengembangkan kegiatan riset baik riset dasar maupun riset terapan di UI pada umumnya dan FMIPA UI pada khususnya" kata dia.

    Simak kabar terbaru tentang Universitas Indonesia hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.