Ilmuwan Ini Ingin Akhiri Hidupnya dengan Cara Suntik Mati

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eksekusi mati dengan suntik. filcatholic.org

    Ilustrasi eksekusi mati dengan suntik. filcatholic.org

    TEMPO.CO, Melbourne - David Goodall, ilmuwan botani asal Australia, ingin mengakhiri hidupnya dengan cara suntik mati. Rencananya tersebut, kalau jadi, akan dilakukan di sebuah klinik Lifecycle di Swiss, pekan depan.

    Namun, sebelum itu, Goodal harus lolos tes uji akal sehat di klinik tersebut. Setelah itu, dia juga harus mendapatkan izin dari setidaknya dua dokter.

    Baca juga: Belgia Pertimbangkan Hukum Suntik Mati Anak

    Seperti dilansir laman Mail Online, Senin, 7 Mei 2018, Goodal bersikukuh ingin mengakhiri hidupnya dengan cara suntik mati. Kini, umur Goodall sudah mencapai 104 tahun. "Kita lebih mengenalnya euthanasia," kata Erika Preisig, pendiri klinik Lifecycle.

    Tindakan ini sengaja dilakukan untuk mengakhiri hidup seseorang. Preisig menjelaskan, cara ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bagi pasien dalam waktu singkat.

    Preisig mengatakan, alasan Goodall ingin mengakhiri hidupnya karena kualitas hidup yang semakin hari semakin buruh. Hingga saat ini, klinik Lifecycle secara legal telah melakukan eunthanasia terhadap 73 orang dalam setahun terakhir.

    Baca juga: Amerika Serikat Suntik Mati Otak Pembunuhan di Virginia

    Simak artikel menarik lainnya tentang suntik mati hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    MAIL ONLINE | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.