Kamis, 15 November 2018

Penyebab Gempa Pandeglang 5,2 M di Selat Sunda

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa 30 Oktober 2018 di Selat Sunda. Kredit: BMKG

    Gempa 30 Oktober 2018 di Selat Sunda. Kredit: BMKG

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik berkekuatan magnitude 5,2 (angka terakhir M 5,0) muncul dari Selat Sunda, Selasa, 30 Oktober 2018, pukul 04.19 WIB. Lindu mengguncang wilayah Pandeglang, hingga terasa melemah sampai Ciputat, Tangerang Selatan. Gempa itu tidak mencetuskan tsunami.

    Baca: BMKG: Gempa 5,2 M di Selat Sunda
    Baca: Pusgen: Gempa Donggala Akibat Pergerakan 2 Segmen Sesar Sekaligus
    Baca: Isu Potensi Gempa Surabaya, BMKG: Memang Ada Sesar Aktif, tapi...

    Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat, titik sumber gempa (episenter) terletak pada koordinat 6,97 LS dan 104,92 BT. "Tepatnya berada di laut pada jarak 126 kilometer arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono lewat keterangan tertulis, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Besaran gempa yang diperbarui menjadi M=5,0 itu berasal dari kedalaman 65 kilometer. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kedalaman menengah. "Penyebab gempa akibat aktivitas lempeng Indo-Australia yang tersubduksi (menunjam) ke bawah lempeng Eurasia," kata Daryono.

    Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan lindu ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault).

    Dampak gempa berupa guncangan dilaporkan dirasakan oleh orang banyak di daerah Malingping, Binuangeun, Ciptagelar, Wanasalam, dan Kerta dalam skala intensitas III MMI. Pada skala itu, getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk yang melintas.

    Guncangan gempa yang melemah sampai ke daerah Ciputat, Tangerang Selatan dengan skala intensitas II MMI. Pada skala ini getaran dirasakan oleh beberapa orang, sementara benda-benda ringan yang digantung bergoyang. "Tadi nggak kerasa ada gempa, masih tidur," kata Nurrohmi, warga Ciputat. Penghuni rumah lainnya juga mengakui hal serupa.

    Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

    Hingga pukul 04.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.