Kamis, 15 November 2018

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Beda CVR dan FDR Black Box Pesawat

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menunjukkan bagian kotak hitam atau <i>black box</i> pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, yang telah ditemukan tim SAR gabungan, di KR Baruna Jaya I di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 November 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menunjukkan bagian kotak hitam atau black box pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, yang telah ditemukan tim SAR gabungan, di KR Baruna Jaya I di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 November 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini terdiri dari topik beda FDR dan CVR di black box pesawat, penyebab tanah bergerak di Sawah Lunto, dan alasan Facebook tak hapus iklam politik.

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Fakta Menarik Black Box Pesawat

    Tim SAR gabungan hari ini mulai mencari bagian kedua black box pesawat Lion Air JT 610. Kemarin, bagian pertama kotak hitam dari pesawat yang jatuh pada, Senin, 29 Oktober 2018, itu ditemukan.

    Fenomena tanah bergerak terjadi di Perumahan Lembah Santur, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat. Selain itu, ada juga topik soal berbagai bentuk kampanye telah banyak bermunculan menjelang Pilpres 2019, termasuk melalui platform Facebook.

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Ramalan Stephen Hawking

    Juga, Aplikasi PrinterQoe menjadi jawaban atas masalah-masalah yang terjadi ketika masyarakat ingin mencetak dokumen yang dibutuhkan. Ketiga topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Tekno. Berikut selengkapnya tiga berita hari ini yang terpopuler di kanal Tekno:

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: WhatsApp akan Punya Mode Liburan

    1. Black Box Pesawat, Ini Beda FDR dan CVR

    Tim SAR gabungan memasukkan kotak penyimpan berisi bagian dari kotak hitam atau black box pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke koper setelah ditemukan di KR Baruna Jaya I di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 November 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Tim SAR gabungan hari ini mulai mencari bagian kedua black box pesawat Lion Air JT 610. Kemarin, bagian pertama kotak hitam dari pesawat yang jatuh pada, Senin, 29 Oktober 2018, itu ditemukan.

    Benda yang merekam suara terakhir di pesawat sebelum jatuh itu ditemukan di kedalaman 30 meter lewat alat "Remotely Operated Vehicle" (ROV) yang dimiliki kapal Baruna Jaya I. Awalnya ROV menemukan serpihan badan pesawat dan sebuah syal yang diduga milik korban. Petugas kemudian membawa ping locater untuk menangkap sinyal 'beep' dari kotak hitam tersebut.

    Baca selengkapnya: Black Box Pesawat, Ini Beda FDR dan CVR

    2. Ternyata Ini Penyebab Tanah Bergerak di Sawah Lunto

    Jalanan yang rusak akibat pergerakan tanah setelah hujan deras di Desa Santur, Sawah Lunto, Sumatera Barat, 2 November 2018. Foto: BNPB

    Fenomena tanah bergerak terjadi di Perumahan Lembah Santur, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi tadi sekitar pukul 05.00, Jumat, 2 November 2018.

    Berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawah Lunto, tanah bergerak yang menyebabkan retakan di jalan terjadi setelah hujan ekstrem sejak 11 Oktober 2018. Posisi perumahan berada di kemiringan sehingga terjadi pergerakan tanah akibat infiltrasi air hujan ke dalam tanah.

    "Imbasnya, banyak bangunan rumah banyak retak dan miring, lantai rumah amblas, saluran atau drainase dan jalan lingkungan retak-retak," menurut keterangan tertulis dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat, 2 November 2018.

    Baca selengkapnya: Ternyata Ini Penyebab Tanah Bergerak di Sawah Lunto

    3. Ini Alasan Facebook Tak Menghapus Iklan Politik

    Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Richard Drew)

    Berbagai bentuk kampanye telah banyak bermunculan menjelang Pilpres 2019, termasuk melalui platform Facebook. Iklan politik penting dalam membantu kandidat membagikan pandangan mereka ke publik dan mendorong orang untuk lebih aktif terlibat dalam proses politik.

    "Tapi, iklan politik juga bisa memicu sikap partisan atau justru ketakutan. Selain itu, iklan politik juga bisa bersifat manipulatif, seperti halnya iklan politik di Facebook yang disponsori pihak Rusia saat pemilu Presiden Amerika Serikat 2016 lalu," seperti yang ditulis oleh Global Politics and Government Outreach Director Facebook Katie Harbath dan Director Public Policy Facebook Steve Satterfield, dalam keterangan yang diterima, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Karena itu, menurut mereka, selama satu setengah tahun terakhir ini Facebook berupaya mendalami lebih jauh iklan politik pada platform-nya. Termasuk, memikirkan dampak dari pemblokiran iklan politik. Sebagian beranggapan bahwa menghapus iklan politik dari Facebook merupakan satu-satunya cara untuk menjaga platform agar terbebas dari campur tangan pihak asing.

    Baca selengkapnya: Ini Alasan Facebook Tak Menghapus Iklan Politik

    Selain kabar tentang fakta menarik penyebab tanah bergerak di Sawah Lunto, alasan Facebook tak hapus iklam politik, dan aplikasi PrinterQoe penantang industri cetak, Anda bisa membaca berita hari ini lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.