Sabtu, 17 November 2018

Setelah Sesar Palu, Giliran Sesar Sausu Picu Gempa Poso

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pasien dievakuasi dari sebuah rumah sakit di Poso seusai gempa Donggala di Sulawesi Tengah, Indonesia, Jumat, 28 September 2018. Gempa bumi beruntun dengan kekuatan hingga 7,4 SR mengguncang Pulau Sulawesi dan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan. AP/Yoanes Litha

    Seorang pasien dievakuasi dari sebuah rumah sakit di Poso seusai gempa Donggala di Sulawesi Tengah, Indonesia, Jumat, 28 September 2018. Gempa bumi beruntun dengan kekuatan hingga 7,4 SR mengguncang Pulau Sulawesi dan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan. AP/Yoanes Litha

    TEMPO.Co, Bandung - Gempa yang mengguncang Poso hingga ke Palu, Sabtu pagi, 3 November 2018, berasal dari Sesar Sausu. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat masih adanya gempa susulan.

    Baca: Gempa Magnitudo 5 Guncang Poso Sulawesi Tengah
    Baca: 100 Gempa 2-5 M Landa Papua Barat Sepanjang 2018
    Baca: Gempa Pandeglang Tidak Berdampak ke Gunung Anak Krakatau

    Gempa tektonik Sabtu, 3 November 2018, pukul 04.33.37 WIB, mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini berkekuatan magnitude 5,0.

    Episenter atau titik sumber gempa terletak pada koordinat 1,26 LS dan 120,48 BT. "Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 33 kilometer arah barat laut Kota Poso," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono lewat keterangan tertulis, Sabtu, 3 November 2018.

    Sumber gempa (hiposenter) berkedalaman 10 kilometer. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal. "Penyebabnya akibat aktivitas sesar Sausu," kata Daryono.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan jenis sesar turun (normal fault). Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Poso dalam skala intensitas III MMI dan Palu dalam skala intensitas I-II MMI.

    Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

    Hingga pukul 05.47 WIB, Hasil monitoring BMKG telah tercatat adanya satu gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.