Peneliti Universitas Bengkulu Budidayakan 2 Spesies Bunga Bangkai

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat bunga bangkai yang mekar di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Bunga langka ini mekar sempurna dengan tinggi 3,735 meter dan lebar 160 cm. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Sejumlah pengunjung melihat bunga bangkai yang mekar di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Bunga langka ini mekar sempurna dengan tinggi 3,735 meter dan lebar 160 cm. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bengkulu - Peneliti Universitas Bengkulu membudidayakan dua spesies bunga bangkai, yang merupakan tumbuhan endemik dari Sumatera, untuk memudahkan masyarakat melihat dan mengamati tumbuhan suku talas-talasan tersebut.

    Baca: Bungai Bangkai Mekar di Bukit Bungkuk Riau, Tertinggi di Dunia

    "Spesies yang kami budidayakan yakni Amorphophallus paeoniifolius alias suweg dan Amorphophallus titanum yang tingginya bisa lebih dari dua meter," kata Yansen, peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Selasa, 6 November 2018.

    Yansen menuturkan dalam upaya budidaya itu tim peneliti memindahkan umbi bunga bangkai dari habitat aslinya ke laboratorium kehutanan di Universitas Bengkulu.

    "Tahun 2009, budidaya pertama kali dilakukan dengan memindahkan umbi suweg yang tumbuh di pemukiman warga di Kota Bengkulu. Saat ini, umbi yang kami pindahkan dulu sedang berbunga," tuturnya.

    Suweg bisa dikembangbiakkan dari umbinya, yang berbentuk bundar pipih dengan ukuran diameter 40 sentimeter, tinggi 30 sentimeter dan bobot sekitar lima kilogram.

    "Selain dapat dibudidayakan, umbi bunga bangkai juga bisa diolah menjadi sumber karbohidrat alternatif, namun perlu diproses melalui berbagai tahapan karena getahnya gatal," ujar Yansen.

    Ia menjelaskan bahwa Pulau Sumatera memiliki 20 dari sekitar 200 spesies bunga bangkai yang ada di seluruh dunia. "Ada sekitar 10 spesies bunga bangkai di Bengkulu," katanya.

    Yansen mengatakan tumbuhan itu bisa dibudidayakan untuk menarik kunjungan wisatawan. "Untuk menjadikan bunga bangkai sebagai destinasi wisata baru, maka perlu dibangun rumah botani. Di sana pengunjung dapat melihat tempat pembibitan hingga bunganya mekar. Hal ini tentu akan sangat menarik bagi wisatawan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.