WhatsApp Kembangkan 2 Fitur Baru, Tandai Pesan yang Sering Dibagi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic

    Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta- Pembaruan versi beta WhatsApp 2.19.80 baru-baru ini tersedia di Google Play Beta Program. Kabarnya Whatsapp telah mulai bekerja pada dua fitur baru, yang seharusnya tidak tersedia untuk umum sekarang, demikian dilansir laman digitalinformationworld, akhir pekan lalu.

    Fitur Pertama adalah Forwarding Info, yang akan terlihat di bagian Info Pesan. Seperti namanya, fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mendapatkan rincian lebih lanjut tentang pesan yang diteruskan, terutama berapa kali pesan telah diteruskan. 

    Menjelang Pemilu, WhatsApp Luncurkan Kampanye Cegah Hoaks

    Perlu dicatat juga bahwa itu hanya akan tersedia untuk pesan yang dikirim (pesan yang dikirim oleh pengguna sendiri). Untuk mendapatkan rincian tentang pesan yang diteruskan, yang dikirim oleh salah satu kontak mereka, pengguna harus meneruskan pesan kepada diri mereka sendiri dan kemudian melihat rinciannya. 

    Fitur tersebut diharapkan akan diluncurkan di salah satu pembaruan beta berikutnya. Fitur kedua yang sedang dikerjakan saat ini adalah Frequently Forwarded. Untuk menjelaskannya, sebuah pesan dianggap sering diteruskan jika telah diteruskan lebih dari 4 kali. Pengguna akan dapat melihat ikon "sering diteruskan" di atas pesan tersebut.

    Tujuan dari fitur ini adalah untuk membantu pengguna dalam memahami tentang popularitas suatu pesan atau memperingatkan mereka tentang sifat spam dari pesan tersebut, seandainya sudah terlalu sering diteruskan. Fitur ini juga belum diaktifkan dan diharapkan segera berfungsi penuh. 

    Ini juga harus disebutkan di sini bahwa sekali pesan yang diteruskan menjadi sering diteruskan, info penerusan tidak akan tersedia untuk itu. Meskipun tanggal rilis fitur itu tidak diketahui pada saat ini, tapi seharusnya tidak dalam waktu lama.

    Adapun saat ini, satu-satunya hal yang pasti adalah bahwa WhatsApp sedang mengerjakan fitur-fitur tersebut untuk memastikan bahwa pengguna benar-benar bebas bug saat diluncurkan. Informasi tersebut juga muncul dalam aku media sosial pembocor fitur WhatsApp, WABetaInfo.

    DIGITALINFORMATIONWORLD | WABETAINFO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.