Siswa Lulus SNMPTN Diminta Segera Daftar Ulang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus UGM (ugm.ac.id)

    Kampus UGM (ugm.ac.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Ravik Karsidi menghimbau agar siswa yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk segera mendaftar ulang.

    UKT UGM Rp 0-Rp 26 Juta: Terendah Arkeologi, Tertinggi Kedokteran

    "Kami minta siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN, harus secara detail melihat pengumuman di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tujuannya," ujar Ravik di Jakarta, Kamis.

    Hal itu dikarenakan LTMPT menyerahkan pendaftaran ulang di masing-masing PTN. Ravik meminta siswa yang lulus untuk segera daftar ulang, karena siswa yang diterima SNMPTN tidak bisa mendaftar di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

    Nama-nama siswa yang lulus SNMPTN tersebut dikunci dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan demikian diharapkan bisa memperluas kesempatan siswa lainnya untuk masuk PTN.

    Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 PTN se Indonesia sebanyak 92.331 siswa. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari jumlah pendaftar sebanyak 478.608 siswa. Dari jumlah yang dinyatakan lulus SNMPTN 2019 tersebut, termasuk 26.219 siswa dari peserta Bidikmisi.

    Untuk siswa yang tidak lulus SNMPTN 2019, masih mendapatkan kesempatan untuk mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang satu yang ditutup pada hari Minggu, 24 Maret pukul 22.00 WIB. UTBK gelombang II dibuka pada hari Senin, 25 Maret 2019 pukul 10.00 WIB dan akan ditutup pada hari Senin, 1 April 2019 pukul 22.00 WIB.

    Siswa pendaftar Bidikmisi yang tidak lulus SNMPTN 2019, apabila ingin mengikuti UTBK tidak dikenakan biaya pendaftaran.

    Peserta yang lulus SNMPTN 2019 wajib hadir pada saat registrasi pada waktu dan tempat sesuai dengan ketentuan masing-masing PTN. Kehadiran pada saat registrasi menentukan proses verifikasi dan status penerimaan peserta SNMPTN 2019 sebagai mahasiswa PTN tujuan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.