Warga Rusia Selundupkan Orangutan, Dihukum 1 Tahun

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan memperlihatkan orangutan yang hendak diselundupkan oleh warga negara Rusia Zhestkov Andrei (kanan) dalam konferensi pers di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura, Badung, Bali, Senin, 25 Maret 2019. Warga negara Rusia tersebut ditangkap pada Jumat (22/3) di Bandara Ngurah Rai karena berupaya menyelundupkan orangutan untuk dijual di negaranya. Foto: Johannes P. Christo

    Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan memperlihatkan orangutan yang hendak diselundupkan oleh warga negara Rusia Zhestkov Andrei (kanan) dalam konferensi pers di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura, Badung, Bali, Senin, 25 Maret 2019. Warga negara Rusia tersebut ditangkap pada Jumat (22/3) di Bandara Ngurah Rai karena berupaya menyelundupkan orangutan untuk dijual di negaranya. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Rusia, Andrei Zhestkov, 28 tahun, divonis satu tahun penjara dalam kasus penyelundupan orangutan

    Baca juga: Turis Rusia Selundupkan Orangutan, Dibius dan Dimasukkan Koper

    "Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mengangkut satwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistem," kata Ketua Majelis Hakim, Bambang Ekaputra di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis, 11 Juli 2019.

    Dalam kasus penyelundupan satwa ini, terdakwa divonis  setahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan, dan denda Rp10 juta dengan subsider 2 bulan kurungan.

    Putusan yang diterima terdakwa lebih berat dari tuntutan yang sebelumnya dilayangkan Jaksa Penuntut Umum, Anak Agung Md Suara Teja Buana, yaitu 6 bulan penjara dan denda Rp5 juta dengan subsider satu bulan.


     Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto via REUTERS

    Adapun hal-hal yang memberatkan, yaitu perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam melindungi satwa di Indonesia. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa menyesali perbuatannya, dan bertindak sopan dalam persidangan.

    Zhestkov ketahuan membawa orangutan ketika hendak meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bayi orangutan itu dibius dengan obat tidur dan dimasukkan dalam keranjang rotan.

    Barang bukti yang berhasil diamankan satu ekor orangutan dalam kondisi hidup umur dua tahun, dua ekor tokek hidup dan empat ekor bunglon hidup. Sejauh ini belum diketahui dari mana Zhestkov mendapatkan anak orangutan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.