Bayi Kembar Siam Dempet Adam dan Malik Dioperasi di RSAM Medan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi Kembar Siam Adam dan Malik menjalani operasi pemisahan di RSUP Adam Malik, Medan, 23 Juli 2019. (Antara Sumut/Septianda Perdana)

    Bayi Kembar Siam Adam dan Malik menjalani operasi pemisahan di RSUP Adam Malik, Medan, 23 Juli 2019. (Antara Sumut/Septianda Perdana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi kembar siam dempet perut Adam dan Malik mulai menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, Selasa, 23 Juli 2019.

    Baca juga: Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Rafky dan Rifky Sukses

    "Sejak pukul 07.00 WIB tadi sudah mulai persiapan, dan sekarang sudah berada di Kamar Operasi (OK) untuk menjalani operasi," kata Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak kepada ANTARA, Selasa.

    Operasi pemisahan bayi kembar siam asal Tapanuli Utara (Taput) ini, diperkirakan akan memakan waktu antara empat sampai lima jam.

    Untuk jumlah dokter yang akan dikerahkan oleh RSUP Adam Malik, yakni dokter Intensive Care Unit (ICU) anak, dokter bedah anak, dokter bedah plastik, dokter digestif, dokter anastesi anak, dokter radiologi, dokter patologi klinik dan dokter-dokter penunjang lainnya.

    "Untuk pemisahan bayi Adam dan Malik ini tidak sampai 50-an dokter," kata Sekretaris tim dokter penanganan bayi kembar dr Rizky Adriansyah.

    Bayi kembar siam Adam dan Malik lahir pada 22 November 2018 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr FL Tobing, di Kota Sibolga.

    Keduanya merupakan anak ketiga dan keempat dati pasangan Juliadi Silitonga dan Noorida Sihombing, warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

    Pada tahun 2017, Tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta sukses melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet Rafky dan Rifky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.