Dua Ruang Rahasia Sphinx Diduga Simpan Harta Karun yang Hilang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi melihat ponselnya saat sejumlah turis melihat-melihat patung Spink di pinggiran kota Kairo, Mesir, 8 November 2015. Sphinx Giza memiliki panjang 73,5 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 20 meter yang merupakan struktur batu tunggal terbesar di dunia. REUTERS

    Seorang polisi melihat ponselnya saat sejumlah turis melihat-melihat patung Spink di pinggiran kota Kairo, Mesir, 8 November 2015. Sphinx Giza memiliki panjang 73,5 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 20 meter yang merupakan struktur batu tunggal terbesar di dunia. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejarawan asal Inggris bernama Dr Bettany Hughes menduga dua kamar rahasia di bawah Sphinx menyimpan harta milik Raja Khufu yang selama ini hilang. Selama bertahun-tahun para arkeolog dunia telah berusaha untuk mencari harta milik raja Mesir tersebut.

    Kisah dibalik patung berumur 4.500 tahun ini pun masih menyimpan berbagai misteri. Hanya sedikit informasi yang diketahui oleh masyarakat luas. Diharapkan penemuan dua kamar rahasia yang berada di bawah Sphinx dapat memberikan sejumlah informasi baru.

    "Masyarakat Mesir kuno datang untuk menghormati sosok Sphinx, bahkan takut dengan sosok ini. Mereka benar-benar percaya bahwa Sphinx memiliki kekuatan gaib," kata Dr Hughes.

    Melalui acara Egypt's Greatest Treasures miliknya, Dr Hughes mengunjungi sebuah lubang kecil pada dasar Sphinx yang luput dari pandangan turis. Lubang dekat ekor Sphinx ini diduga terkoneksi dengan sebuah ruangan besar di luar, yang berkaitan dengan raja Khufu. Namun, ia mengaku bahwa terlalu dini untuk mengatakan di mana akhir terowongan tersebut.

    “Ada kamar yang lebih kecil di bawah cakar Sphinx. Kami tidak tahu untuk apa ruangan itu digunakan. Para peneliti masih berusaha untuk menuntaskan misteri tersebut, dan berharap jika terowongan tersembunyi ini dapat menuntun kita ke harta Khufu yang belum ditemukan,” ujarnya.

    Perdebatan mengenai kamar buatan manusia dan terowongan di bawah Sphinx masih berlanjut. Seorang peramal asal Amerika, Edgar Cayce, yang meninggal pada tahun 1945 menduga jika terdapat sebuah perpustakaan kuno tersembunyi di bawah Sphinx.

    Pada tahun 1998 Direktur Utama Dewan Tertinggi Purbakala Mesir juga pernah menggali badan utama Sphinx. Zahi Hawass menyatakan bahwa dirinya menemukan kembali terowongan yang terhubung ke beberapa gua besar yang tampak alami di bawah Sphinx. Tetapi, tidak ada bukti artefak yang dapat ditemukan.

    “Masih perlu investigasi lebih lanjut untuk mengeksplorasi dan mencari tahu apa ruangan di bawah Sphinx ini, mengapa dibuat, dan apa yang ada di dalamnya. Tapi, bisa saja ini menjadi tempat pemakaman lain, bahkan mungkin ruang pemakaman terpusat dan tersembunyi di dalam piramida. Inilah sebabnya mengapa sejarah begitu dinamis dan menarik, selalu ada kemungkinan baru yang menunggu untuk ditemukan dan dieksplorasi," pungkas Dr Hughes kepada Express.

    EXPRESS | THE SUN | CAECILIA EERSTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.