SMP Gunung Kidul Pakai Google for Education, Belajar di Rumah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 1 Ciruas, Serang, Banten, 8 Mei 2016. Ujian Nasional tingkat SMP dan sederajat di Banten diikuti 198 ribu siswa. ANTARA FOTO

    Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 1 Ciruas, Serang, Banten, 8 Mei 2016. Ujian Nasional tingkat SMP dan sederajat di Banten diikuti 198 ribu siswa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah Menengah Pertama 1 Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menerapkan alat-alat Google for Education supaya pembelajaran tidak membosankan.

    Guru SMP 1 Karangmojo, Iwan Muharji, mengatakan salah satu tujuan dari Google for Education itu, yakni pemanfaatan alat-alat Google untuk bidang pendidikan.

    "Program ini telah diterapkan di sekolahnya sejak tiga bulan terakhir," kata dia, Senin, 7 Oktober 2019.

    Ia mengatakan banyak manfaat Google for Education dan membantu dalam pembelajaran yang selama ini terkesan membosankan, menjadi menarik.

    Ketika hal itu diperkenalkan kepada siswa, katanya, tidak ada lagi yang mengantuk di kelas.

    Selain itu, kata dia, program tersebut juga menghemat biaya operasional belajar. Semisal saja ujian yang biasa memakai kertas, kini sudah bisa dikerjakan dengan cara daring.

    Manfaat lain, yakni aktivitas belajar mengajar tak terkendala jarak karena siswa yang berhalangan hadir di kelas bisa tetap mengikuti pembelajaran dengan cara daring atau teleconference.

    "Siswa yang tidak masuk sekolah masih bisa mengikuti pelajaran di kelas atau mengerjakan tugas yang diberikan pada hari itu (saat siswa absen). Mereka bisa menggunakan smartphone, tidak perlu lagi laptop atau komputer," katanya.

    Presiden Direktur PT Duta Digital Informatika partner dari Google Indonesia sekaligus sebagai edukator Google for Education, Arya Sanjaya, mengatakan Kabupaten Gunung Kidul menjadi yang pertama menjalankan program itu dibandingkan dengan wilayah lain di DIY.

    Pada tahap awal ini, program Google for Education dijalankan di tiga sekolah, yakni Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Wonosari, SMP 1 Karangmojo, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Playen. "Setiap sekolah sudah diberikan perangkat yang dibutuhkan untuk menjalankan program. Siswa juga telah diberikan akun," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.