Yuuuk Lihat Full Hunter's Moon Mumpung Langit Cerah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah memancing ikan saat berlangsungnya fenomena Supermoon di Pelabuhan Perikanan Samoedra, Koetaraja, Banda Aceh, Aceh, Selasa malam, 19 Februari 2019. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ukuran bulan saat Supermoon kali ini lebih besar 14 persen dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama apoge. ANTARA/Ampelsa

    Seorang bocah memancing ikan saat berlangsungnya fenomena Supermoon di Pelabuhan Perikanan Samoedra, Koetaraja, Banda Aceh, Aceh, Selasa malam, 19 Februari 2019. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ukuran bulan saat Supermoon kali ini lebih besar 14 persen dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama apoge. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Bulan purnama pada Minggu malam, 13 Oktober 2019, terlihat lebih besar dan berwarna oranye kekuningan. Ini adalah fenomena yang disebut Full Hunter's Moon. Bulan akan tampak oranye, jauh lebih besar dari biasanya di cakrawala.

    Full Hunter's Moon terjadi pada Ahad,13 Oktober 2019 setelah matahari terbenam. Namun sampai jam 20.00, bulan masih terlihat sangat besar. Sehingga tidak ada salahnya keluar rumah sebentar, dan lihat keindahan alam ini.

    Menurut laman Wmur, baru-baru ini, efek Full Hunter's Moon dikenal sebagai ilusi bulan, yang membuatnya tampak lebih besar di dekat cakrawala daripada ketika tinggi di langit.

    Bulan purnama di dekat cakrawala juga sering tampak merah, oranye atau kuning karena akan terlihat lebih banyak dari atmosfer ketika dalam posisi rendah. Saat terbit, Bulan akan memiliki karakteristik warna putih keperakan.

    Karena waktu tahun ini dekat dengan titik balik, Bulan akan naik saat Matahari terbenam dan menjelang Matahari terbit, sehingga pengamat Bulan dapat melihatnya melintasi langit sepanjang malam. Istilah Hunter]s Moon adalah nama yang diberikan untuk Bulan purnama pertama setelah Harvest Moon, purnama ke titik balik musim gugur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.