Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kapak Perunggu Sentani, Gempa Ambon

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapak perunggu yang diperkirakan berasal dari 2100 tahun lalu, ditemukan di kawasan dekat Danau Sentani, Jayapura, Oktober 2019. (Dok. Hari Suroto/Balar Papua)

    Kapak perunggu yang diperkirakan berasal dari 2100 tahun lalu, ditemukan di kawasan dekat Danau Sentani, Jayapura, Oktober 2019. (Dok. Hari Suroto/Balar Papua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang penemuan kapak perunggu. Sebuah kapak perunggu yang diperkirakan berasal dari 2100 tahun lalu, ditemukan di kawasan dekat Danau Sentani, Jayapura. Arkeolog menduga kawasan ini dulunya merupakan hunian di masa prasejarah.

    Selain itu, bulan purnama pada Minggu malam, 13 Oktober 2019, terlihat lebih besar dan berwarna oranye kekuningan. Ini adalah fenomena yang disebut Full Hunter's Moon. Bulan akan tampak oranye, jauh lebih besar dari biasanya di cakrawala.

    Juga, Gempa magnitudo 5,3 terjadi di perairan di tenggara Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Senin dini hari , 14 Oktober 2019. Menurut BMKG, gempa yang terjadi pukul 03:35 Wita, berpusat di 0,15 LS - 124,77 BT dengan kedalaman 10 km.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Kapak Perunggu Ditemukan di Sentani, Arkeolog: dari Vietnam

    Kapak perunggu yang diperkirakan berasal dari 2100 tahun lalu, ditemukan di kawasan dekat Danau Sentani, Jayapura, Oktober 2019. (Dok. Hari Suroto/Balar Papua)

    Sebuah kapak perunggu yang diperkirakan berasal dari 2100 tahun lalu, ditemukan di kawasan dekat Danau Sentani, Jayapura. Arkeolog menduga kawasan ini dulunya merupakan hunian di masa prasejarah.

    "Kapak perunggu ini berjenis kapak corong. Kapak perunggu didapatkan oleh warga Dondai, yang sedang berkebun menanam siapu atau sejenis umbi menjalar," kata peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, kepada Tempo, Minggu,13 Oktober 2019.

    Balai Arkeologi Papua sedang melakukan penelitian di Situs Bobu Uriyeng di dekat Danau Sentani, Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Seorang petani bernama Obed Wally kemudian menyerahkan kapak perunggu tersebut

    2. Yuuuk Lihat Full Hunter's Moon Mumpung Langit Cerah

    Seorang bocah memancing ikan saat berlangsungnya fenomena Supermoon di Pelabuhan Perikanan Samoedra, Koetaraja, Banda Aceh, Aceh, Selasa malam, 19 Februari 2019. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ukuran bulan saat Supermoon kali ini lebih besar 14 persen dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama apoge. ANTARA/Ampelsa

    Bulan purnama pada Minggu malam, 13 Oktober 2019, terlihat lebih besar dan berwarna oranye kekuningan. Ini adalah fenomena yang disebut Full Hunter's Moon. Bulan akan tampak oranye, jauh lebih besar dari biasanya di cakrawala.

    Full Hunter's Moon terjadi pada Ahad,13 Oktober 2019 setelah matahari terbenam. Namun sampai jam 20.00, bulan masih terlihat sangat besar. Sehingga tidak ada salahnya keluar rumah sebentar, dan lihat keindahan alam ini.

    Menurut laman Wmur, baru-baru ini, efek Full Hunter's Moon dikenal sebagai ilusi bulan, yang membuatnya tampak lebih besar di dekat cakrawala daripada ketika tinggi di langit.

    3. Gempa di Bolaang Mongondow Timur dan di Ambon, Senin Dinihari

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    Gempa magnitudo 5,3 terjadi di perairan di tenggara Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Senin dini hari , 14 Oktober 2019.

    Menurut BMKG, gempa yang terjadi pukul 03:35 Wita, berpusat di 0,15 LS - 124,77 BT dengan kedalaman 10 km.

    Meski pusat gempa berjarak 102 km dari daratan, goncangan dirasakan lumayan keras di Bolaang Mongondow dengan III skala MMI. 

    Goncangan juga dirasakan di Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Minahasa, Minahasa Selatan, Bitung, Tondano, dan Kotamobagu.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.