Jokowi: Lebaran 2020, Hunian Tetap untuk Korban Gempa Palu Siap

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melaksanakan zikir bersama mengenang bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di depan Masjid Arqam Baburrahman yang amblas ke laut di  Pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 28 September 2019. Bencana yang terjadi Jumat, 28 September 2018 itu menelan korban lebih dari 4.780 jiwa dan merusakkan lebih dari 110 ribu rumah. ANTARA

    Sejumlah warga melaksanakan zikir bersama mengenang bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di depan Masjid Arqam Baburrahman yang amblas ke laut di Pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 28 September 2019. Bencana yang terjadi Jumat, 28 September 2018 itu menelan korban lebih dari 4.780 jiwa dan merusakkan lebih dari 110 ribu rumah. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Jokowi menjanjikan 1.500 unit hunian tetap (huntap) untuk pengungsi bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah rampung sebelum Lebaran 2020.

    Joko Widodo ingin ribuan pengungsi yang kini tinggal di hunian sementara (huntara) dan yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian menikmati hari raya Idul Fitri 2020 di rumah baru bantuan Pemerintah Pusat dan dari lembaga kemanusiaan dalam dan luar negeri.

    "Totalnya ada 1.500 huntap yang segera diselesaikan sebelum lebaran. Menteri PUPR sudah sampaikan 2020 rampung," katanya di sela-sela peninjauan ke kawasan relokasi dan pembangunan huntap di Kelurahan Tondo, belakang Universitas Tadulako, Kota Palu, Selasa.

    Sementara pembangunan 500 unit huntap, lanjutnya, akan rampung bulan Desember tahun ini.

    Ia mengakui penyelesaian pembangunan 8.000-an huntap untuk korban bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Butuh proses.

    "Harus cepat diselesaikan karena ditunggu oleh masyarakat yang terkena dampak gempa, tsunami dan likuefaksi. Jadi jangan membuat mereka menunggu terlalu lama," katanya.

    Sebelumnya Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyatakan sebanyak 8.788 unit hunian tetap ( untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala ditargetkan rampung pada 2020.

    "Sebanyak 8.788 huntap bantuan Kementerian PUPR, di luar huntap bantuan pihak lain. Sekarang sekitar 1.800 unit huntap sementara di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Itu bantuan Kementerian PUPR dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia," katanya dalam rapat koordinasi dengan Kementerian PUPR di ruang kerja Gubernur Sulteng, Sabtu (28/9).

    Ia yakin target tersebut dapat tercapai setelah mendapat penjelasan dan pemaparan perwakilan Kementerian PUPR yang hadir dalam kesempatan itu.

    Asalkan pembebasan lahan untuk pembangunan huntap para korban bencana di dua daerah tersebut, di luar Kabupaten Donggala, tidak mengalami hambatan dan kesulitan.

    "Semua pekerjaan, baik huntara (hunian sementara) dan huntap sedang dalam pekerjaan sejak tahun ini sampai tahun depan. 8.788 unit huntap diusahakan selesai 2020," ujarnya.

    Gempa magnitudo 7,4 di Palu terjadi pada 28 September 2019, yang diikuti tsunami dan likuefaksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.