Ilmuwan Cina Pecahkan Dasar Radar, Bisa Lacak Jet Siluman F-22

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orientasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) F-22 Raptor untuk perbaikan pertargetan dalam pertempuran, meningkatkan ancaman, identifikasi musuh jarak jauh. Semua itu memunculkan sensor multi fungsi yang dapat melakukan misi berbeda dalam waktu yang sama dan mengatur data masuk. AP/Kamran Jebreili

    Orientasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) F-22 Raptor untuk perbaikan pertargetan dalam pertempuran, meningkatkan ancaman, identifikasi musuh jarak jauh. Semua itu memunculkan sensor multi fungsi yang dapat melakukan misi berbeda dalam waktu yang sama dan mengatur data masuk. AP/Kamran Jebreili

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan Cina telah memecahkan dilema dasar yang melekat pada radar. Radar frekuensi tinggi, seperti radar gelombang mikro, memancarkan banyak pulsa pendek yang bagus untuk mengarahkan senjata ke target, yang diklaim bisa melacak F-22 Stealth Fighter.

    Radar frekuensi rendah memancarkan gelombang panjang, untuk mencari daerah, tapi tidak cukup tepat untuk pengendalian senjata. Artinya radar frekuensi tinggi dan rendah cenderung dipasangkan untuk pencarian dan pengendalian senjata.

    Pesawat siluman F-22 Stealth Fighter dibentuk untuk menghindari deteksi oleh sinar frekuensi tinggi. Dikutip Global Times baru-baru ini, radar gelombang meter dapat mendeteksi pesawat siluman karena pesawat siluman modern dirancang untuk menghindari deteksi radar gelombang pendek.

    Namun, analis mengatakan bahwa karena resolusi dan akurasi yang rendah, radar gelombang meter hanya dapat mengirim peringatan tentang ancaman yang masuk. Bahkan jika radar gelombang mikro mengkompensasi kekurangan radar gelombang meter, mereka tidak dapat sepenuhnya mengatasi kekurangan ini.

    Wu Jianqi, ilmuwan senior dari China Electronics Technology Group Corporation milik pemerintah mengatakan bahwa timnya telah menyelesaikan dilema ini. "Saya memecahkan masalah ini dengan merancang impuls sintetik dan bukaan radar arahan spektrum meter praktis pertama di dunia," ujarnya.

    Wu Jianqi berkata bahwa radarnya memiliki beberapa antena pemancar dan penerima setinggi puluhan meter, yang tersebar dalam kisaran puluhan hingga ratusan meter. Mereka dapat terus-menerus menutupi langit saat radar menerima gema dari semua arah.

    Analis militer Cina Wei Dongxu, mengatakan kepada Global Times bahwa hal ini secara signifikan meningkatkan kemampuan radar untuk melacak target udara dan menunjukkan dengan tepat koordinat pesawat siluman dengan mensintesis parameter dan data yang dikumpulkan oleh radar di bawah dukungan algoritma canggih.

    Karena radar sekarang dapat melihat pesawat siluman dengan jelas dan melacaknya secara terus menerus dan akurat, radar mampu memandu rudal anti-pesawat jarak jauh dan menyerang dengan tepat.

    Wu Jianqi juga mengatakan bahwa perkembangan ini menempatkan Cina di depan negara-negara lain dalam mengembangkan radar anti-siluman. "Untuk saat ini, saya tidak melihat radar pertahanan udara gelombang meter dari luar negeri yang bisa cocok dengan kriteria radar gelombang meter canggih," tutur Wu Jianqi.

    Kerentanan jet siluman terhadap sinar frekuensi rendah belum luput dari perhatian para peneliti militer di seluruh dunia. Rusia juga mengklaim - lebih dari sekali - telah mengembangkan radar pendeteksi siluman. Secara alami, AS juga bekerja pada sensor canggih yang akan melakukan hal yang sama.

    NATIONAL INTEREST | GLOBAL TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.