Tokoh Animasi Dunia Berkumpul pada BEAST 2019 di BSD, Sabtu Lusa

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster BEAST 2019

    Poster BEAST 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri animasi di Indonesia saat ini sedang berkembang pesat, namun dinilai kurang sejalan dengan ketersediaan tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia (SDM).

    Pendiri Bengkel Animasi Ronny Gani di Jakarta, Rabu, 13 November 2019, mengatakan industri animasi dan computer graphics  di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang signifikan.

    “Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. Namun dari segi kualitas, harus diakui adanya ketertinggalan jika dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Kualitas animator Indonesia yang harus mampu bersaing secara internasional menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dan perkembangan industri animasi kita,” ujar Ronny.

    Hal tersebut memotivasi Ronny dalam mendirikan Bengkel Animasi yang fokus dalam upaya meningkatkan kualitas animator muda, melalui program-program pelatihan yang intensif dan melibatkan para praktisi dan perusahaan-perusahaan animasi di Indonesia.

    Pihaknya bekerja sama dengan Sinar Mas Land dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  mengadakan Bengkel Animasi CG Festival (BEAST 2019) di ICE BSD City pada Sabtu, 16 November 2019. BEAST 2019 diisi dengan rangkaian acara konferensi, pameran, diskusi panel dan masterclass dari animator kelas dunia.

    Melalui acara ini, yang mana tiketnya dapat dibeli melalui Kiostix, Bengkel Animasi dan Sinar Mas Land secara aktif mengupayakan pertambahan SDM di bidang industri animasi.

    “Ini juga upaya mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian kreatif terbesar di Asia,” katanya.

    Menurut dia, bidang ini dapat berkembang lebih besar menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

    Saat ini terdapat banyak studio animasi atau gim lokal di Indonesia yang memiliki kapasitas tenaga kerja berkisar antara 100-300 orang.

    Beberapa studio ini sukses mengerjakan proyek sendiri, sedangkan studio-studio lainnya menyokong produksi film dari dalam dan luar negeri.

    Ia berpendapat, kondisi yang produktif ini kurang sejalan dengan perkembangan jumlah tenaga kerja yang berkualitas.

    Studio-studio tersebut kebanyakan masih kesulitan dalam mencari sumber daya manusia baru yang sesuai dengan standar kualitas perusahaan mereka.

    Di sisi lain, sejumlah animator asal Indonesia telah berhasil merambah dunia animasi Hollywood, salah satunya Mike Wiluan yang saat ini menjabat sebagai CEO dari Infinite Studio.

    Mike Wiluan telah mengerjakan beberapa film animasi seperti Meraih Mimpi (2008) hingga film-film internasional seperti Hitman: Agent 47 (2015) dan Crazy Rich Asian.

    Sementara Ronny Gani sendiri juga telah sukses menjadi bagian dalam tim visual effects untuk film-film Marvel Studio seperti The Avengers: End Game, Avengers: Infinity War, Ready Player One, dan Aquaman.

    Tokoh-tokoh animator internasional asal tanah air tersebut, akan menjadi pembicara di acara Bengkel Animasi CG festival (BEAST) 2019 yang akan berlangsung di ICE BSD City pada 16 November 2019.

    Melihat perkembangan industri ini pun pemerintah mulai berupaya untuk menciptakan program-program yang melahirkan animator kelas dunia.

    Hal ini tentu didukung oleh Sinar Mas Land yang saat ini sedang menggarap kawasan Digital Hub. Proyek ini merupakan salah satu pengembangan inovatif dari Sinar Mas Land yang ditujukan bagi pelaku industri teknologi digital, mulai dari institusi pendidikan, komunitas, startup, hingga perusahaan berskala multinasional.

    Pengembangan yang dilakukan di area seluas 26 hektar di BSD City ini telah menyambut berbagai perusahaan ternama seperti Apple, Huawei, Grab dan Microsoft.

    Selain Digital Hub, Sinar Mas Land juga tengah menggarap Nongsa D-Town yang bekerja sama dengan Citramas Group yang menjembatani kebutuhan akan Digital Talent dan teknologi antara Singapura dan Indonesia di area seluas 8 hektar di Batam.

    Kerja sama tersebut dilakukan melihat perkembangan animasi digital di Infinite Studios Batam yang begitu maju pesat.

    Acara Bengkel Animasi CG Festival (BEAST) 2019 merupakan wadah bertukar informasi dan kolaborasi antar-stakeholder dari industri animasi dan CG di Indonesia, mulai dari studio animasi/gim, praktisi, institusi pendidikan, pelajar, mahasiswa dan institusi-institusi pemerintah terkait.

    “Kami bangga dapat menjadi tuan rumah untuk acara BEAST 2019 yang mengakomodasi peminat dan pelaku bidang animasi dan CG. Kami optimis dengan perkembangan kedua bidang ini baik dari segi kreatif maupun teknologi digital yang saat ini juga menjadi fokus kami, sejalan dengan pembangunan Digital Hub yang sedang berlangsung,” ujar Project Leader Digital Hub Irawan Harahap.

    BEAST 2019 yang dihadiri oleh perwakilan Kemenperin  menghadirkan pakar dan pemilik studio animasi ternama sebagai pembicara yakni Mike Wiluan (CEO – Infinite Studios), Aditya Triantoro (CEO – The Little Giantz), Irvan Rifai (Brown Bag Films Bali), Johanes Kurnia (Generalist Supervisor ILM di film Star Wars: The Last Jedi), Stephen Putra (Pipeline TD film Gemini Man, Alita: Battle Angel), David Lojaya (Character Designer – Dreamworks Animation), dan Ronny Gani (Senior Animator Film Avengers: End Game).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.