Tanpa Google, Penjualan Smartphone Huawei 40 Juta di Bawah Target

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraga memamerkan Huawei Mate 30 Pro dalam peluncuran di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Khory

    Peraga memamerkan Huawei Mate 30 Pro dalam peluncuran di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta- CEO Huawei Richard Yu mengumumkan dalam pertemuan internal bahwa 230 juta smartphone Huawei terjual tahun ini. Hal itu tidak sesuai target awal Huawei yang mematok penjualan 270 juta ponsel.

    Menurut Phone Arena, baru-baru ini, penjualan Huawei memburuk di kuartal keempat 2019 sehingga gagal memenuhi target.

    Hal ini juga menunjukkan, mungkin lebih mengkhawatirkan, bahwa konsumen dengan cepat kehilangan minat terhadap merek meskipun musim liburan sedang berlangsung.

    Huawei mencapai tonggak pengiriman 200 juta pada akhir Oktober dan, pada saat itu, menjual rata-rata 5 juta smartphone per minggu. Huawei berharap ini akan meningkat menjadi 7 juta perangkat berkat peningkatan penjualan musim biasa, tapi tampaknya pengiriman telah menurun menjadi sekitar 3 juta per minggu.

    Pendorong di balik hasil yang mengecewakan ini tidak diragukan lagi adalah larangan perdagangan Pemerintah AS yang memblokir perusahaan, sehingga Huawei merilis perangkat baru tanpa layanan Google. Namun demikian, Huawei berharap akan terangkat dalam waktu dekat, memungkinkan semuanya kembali normal.

    Meski di bawah target, penjualan 2019 masih di atas penjualan Huawei  tahun 2018 yang mencapai 206 juta unit dan 2017 sebanyak 153 juta unit.

    PHONE ARENA | TECHNOLOGY NEWS | GSMARENA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.