Dituduh Pengaruhi Pengguna, Facebook Blokir Startup Israel Spinner

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Raksasa media sosial Facebook telah memblokir akun startup bernama Spinner. Perusahaan rintisan asal Israel itu dituduh mempengaruhi perilaku pengguna lain secara tidak langsung dengan membombardir unggahan palsu.

    Spinner adalah situs yang menawarkan pelanggan kesempatan untuk membeli banyak artikel dengan harapan bisa mencuci otak orang lain. Facebook menganggap unggahan Spinner adalah tulisan-tulisan menyesatkan yang disamarkan sebagai konten editorial. Mengutip Daily Mail, Facebook telah melarang Spinner menggunakan Instagram—aplikasi milik Facebook—untuk tujuan apapun.

    Kepada BBC, Co-Founder and Chief Operating Officer Spinner, Elliot Shefler, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Facebook tidak akan menghentikan misi perusahaan. “Tapi saya juga tidak mengesampingkan penggunaan Facebook di masa depan,” katanya.

    Sebagai contoh, dalam situs web Spinner, satu set sepuluh artikel dapat dibeli seharga US$ 79 setara dengan Rp 1,1 juta dan ditargetkan pada istri seseorang untuk membujuknya agar memulai seks. Kampanye lain termasuk seperangkat artikel yang dirancang mendorong pacar untuk melamar, mendorong orang tua untuk membeli anjing, dan membujuk seseorang berhenti merokok atau minum.

    Beberapa kampanye lain dianggap tak bermoral, termasuk menargetkan pasangan siapapun untuk membujuk mereka agar terlibat dalam hubungan yang poliamor—perilaku romantisme manusia yang ditujukan kepada lebih dari satu orang. Salah satunya artikel berujudul ‘How Polyamory Saved My Marriage.’

    Sementara artikel lain berjudul  ‘Four Tips to Help You Settle Your Divorce Out of Court,’ terdaftar sebagai salah satu contoh dari kampanye yang dirancang untuk menggoda pasangan yang tidak puas agar tidak melanjutkan perceraian di persidangan.

    Firma hukum Facebook Perkins Coie mengirim surat kepada Shefler, isinya keluhan tentang praktiknya. “Tampaknya Spinner menggunakan akun palsu dan Halaman Facebook palsu untuk membombardir pengguna Facebook dengan iklan secara strategis,” begitu bunyi suratnya.

    Dalam surat itu juga tertulis bahwa kegiatan Spinner melanggar persyaratan Facebook dan kebijakan periklanan. “Facebook menuntut Anda untuk segera menghentikan aktivitas ini,” katanya. Aplikasi besutan Mark Zuckerberg itu juga dalam suratnya menyatakan bahwa iklan telah dihapus.

    DAILY MAIL | BBC | SPINNER 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.