Fosil Gading dan Pantat Gajah Purba Ditemukan di Madiun

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petugas Musium Ronggowarsito Semarang mengkonservasi fosil gading gajah sepanjang 3,7 meter, (16/06). Fosil ini ditemukan di situs Patiayam, Kudus, Jawa Tengah. Foto: TEMPO/Budi Purwanto

    Dua petugas Musium Ronggowarsito Semarang mengkonservasi fosil gading gajah sepanjang 3,7 meter, (16/06). Fosil ini ditemukan di situs Patiayam, Kudus, Jawa Tengah. Foto: TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Madiun - Fosil potongan-potongan tubuh hewan purba ditemukan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Benda yang sudah membatu itu diduga merupakan bagian dari gading dan pantat gajah, kepala banteng, serta tempurung kura-kura.

    "Berdasarkan pengecekan yang kami lakukan benda-benda itu dipastikan fosil,” kata Kepala Seksi Perlindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Dody Wiranto, Kamis 6 Februari 2020.

    Petugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran datang ke Madiun pada Rabu, 5 Februari 2020. Di Balai Desa Sumberbendo, mereka melihat sejumlah fosil yang telah dikumpulkan warga. Pada beberapa bagian lain ada juga yang teridentifikasi sebagai rahang bawah dan gigi kudanil. 

    Bagian tubuh itu diperkirakan terkubur dalam tanah selama ratusan ribu tahun. Berdasarkan ciri-ciri fosil dan referensi yang dijadikan acuan petugas, hewan purba itu hidup pada zaman pleistosen dengan rentang 1,8 atau 1,6 juta tahun hingga 10 ribu tahun lalu.

    “Perkiraan kami hewan purbakala itu hidup pada zaman pleistosen tengah kalau nggak atas. Tepatnya sekitar 350 ribu hingga 900 ribu tahun lalu,” kata Dody menjelaskan.

    Untuk mengetahui lebih lanjut fosil hewan purba itu, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran merencanakan ekskavasi atau penggalian pada Selasa, 18 Februari 2020, mendatang. Tim arkeolog akan melakukannya di sejumlah titik untuk mengumpulkan potongan fosil.

    Warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menunjukkan temuan fosil hewan purba berusia ratusan ribu tahun,Kamis 6 Februari 2020. Selain kepala banteng seperti gambar di atas, ada pula bagian tubuh gajah, kudanil dan kura-kura. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Dari yang sudah ada, seluruh potongan fosil disimpan di Balai Desa Sumberbendo. Fosil-fosil itu yang berasal dari beberapa lokasi, seperti ladang dan halaman rumah.

    Agus Setiawan, salah seorang warga penemu fosil, mengatakan bahwa bagian fosil gading gajah ditemukan di ladangnya.“Saya tidak  mengira kalau itu fosil, karena menemukannya sekitar tiga tahun lalu,” ujar dia.

    Agus menyerahkan benda dari masa lampau ke pemerintah desa setelah ada warga tetangganya yang mencurigai sebuah batu sebagai fosil. Batu yang masih tertanam di halaman permukiman diperkirakan sebagai pantat gajah purba. “Ciri-cirinya mirip dengan yang saya temukan,” ujar dia.

    Pemerintah desa akhirnya melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun. Kemudian, ditindak lanjuti ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan hingga Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.