Mirip Alien, Hewan di Perut Ikan Salmon Ini Hidup Tanpa Oksigen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ikan salmon (Pixabay.com)

    Ilustrasi ikan salmon (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Tel Aviv University, Israel, menemukan hewan parasit mirip ubur-ubur yang hidup tanpa oksigen. Parasit yang menghabiskan hidupnya menempel di bagian dalam perut ikan salmon ini dianggap akan bisa menjelaskan bagaimana kehidupan makhluk asing atau alien di planet lain.  

    Ini adalah temuan organisme multisel pertama dengan kemampuan seperti itu. Diberi nama Henneguya salminicola, hewan ini tidak memiliki genom mitokondria, sistem pemecah oksigen yang digunakan organisme multisel untuk menghasilkan energi dengan cara bernapas.

    Hewan parasit ini sendiri bukan temuan baru. Parasit salmon sudah umum dan bagian dari keluarga yang sama dengan karang dan ubur-ubur, tapi genomnya baru dipetakan.

    "Penemuan kami menegaskan bahwa adaptasi ke lingkungan anaerob (tanpa oksigen) tidak unik untuk eukariota bersel tunggal, tetapi juga berevolusi pada hewan multiseluler, parasit," tulis para penelitinya dalam makalah yang dimuat dalam Jurnal PNAS. 

    Sebagai ganti oksigen, hewan itu diketahui memproduksi bahan kimia dari salmon. Meskipun hidup di dalam perut ikan salmon, tapi dia tidak berbahaya bagi si ikan dan dapat bertahan di sana selama siklus hidupnya. 

    Tim peneliti dari Tel Aviv University meneliti hewan itu di bawah mikroskop fluoresensi untuk mengurutkan genomnya. Itulah bagaimana mereka kemudian menemukannya tidak memiliki DNA mitokondria atau bahkan gen untuk memproduksinya.

    "Oleh karena itu, Henneguya salminicola memberikan kesempatan untuk memahami transisi evolusi dari aerob ke metabolisme anaerob eksklusif," kata peneliti dalam laporannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.