Senyawa Propolis Indonesia Bisa Jadi Obat Alternatif Virus Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bentuk dan kekentalan cairan Madu lebah Trigona SP di Peternakan Lebah Madu, Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. 18 September 2014. Lebah penghasil propolis yang kaya khasiat ini tanpa sengat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Bentuk dan kekentalan cairan Madu lebah Trigona SP di Peternakan Lebah Madu, Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. 18 September 2014. Lebah penghasil propolis yang kaya khasiat ini tanpa sengat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Muhamad Sahlan, mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus corona COVID-19. Senyawa propolis yang dihasilkan dari lebah Tetragonula biroi aff berpotensi menjadi penghambat alami bagi virus mematikan itu untuk bisa menginfeksi sel di paru-paru.  
     
    Dalam keterangan tertulis yang dibagikan Universitas Indonesia hari ini, Rabu 4 Maret 2020, 
    Sahlan mengungkap rujukan yang digunakan adalah penelitian yang dipublikasikan oleh Profesor Yang dari Shanghai Tech University pada Januari 2020. Yang disebutnya berhasil memetakan struktur protein virus corona COVID-19 dan menemukan penyebab virus itu bisa menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia).
     
    Virus menempel lalu menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak. Untuk memutus aktivitas ini, Profesor Yang mengembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk infeksi COVID-19.
     
    “Yang menarik, propolis yang saya teliti memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3 itu," kata pemilik gelar doktor yang telah meneliti tentang propolis selama sembilan tahun tersebut.
     
    Dengan menggunakan struktur model COVID-19 yang ada, Sahlan menguji senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan lebah Tetragonula biroi aff untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus COVID-19 yang sama seperti yang dilakukan oleh senyawa N3. Hasilnya, tiga dari sembilan senyawa yang ada di propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus COVID-19.
     
    Sahlan menuturkan, bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa propoplis Sulawesins a memiliki nilai -7,9; Sulawesins b -7,6; dan deoxypodophyllotoxin -7,5. Semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa itu menempel pada virus corona COVID-19. "Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” ujar Sahlan.
     
    Dekan FTUI, Hendri D.S. Budiono, menjelaskan bahwa penelitian propolis ini belum masuk dalam tahapan klinis. Alasannya, kasus positif infeksi virus corona asal Wuhan, Cina, tersebut juga belum lama terkonfirmasi di Indonesia. "Akan tetapi hasil penelitian ini tentu sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi alternatif obat dari Indonesia untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus Corona tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke negara lain,” kata Hendri.
     
    Sebelumnya tim peneliti di Universitas Airlangga juga merekomendasikan bahan herbal untuk memerangi wabah virus corona COVID-19. Mereka menyebut zat Curcumin pada empon-empon atau rimpang seperti jahe, kunyit, dan temulawak efektif melindungi dari infeksi virus corona penyebab flu burung. Virus H5N1 itu disebut lebih ganas daripada virus corona yang sekarang mewabah.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Meredakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami

    Rasa nyeri yang menusuk dari sakit gigi sangat menyiksa. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan bahan-bahan alami yang dapat diperoleh dengan mudah.