16 Rumah Sakit Terima Bantuan Sejuta Masker dan Sarung Tangan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bantuan sejuta masker dan sejuta sarung tangan untuk sejumlah rumah sakit di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 27 Maret 2020. FOTO/ISTIMEWA

    Bantuan sejuta masker dan sejuta sarung tangan untuk sejumlah rumah sakit di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 27 Maret 2020. FOTO/ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah rumah sakit menerima bantuan sejuta masker dan sejuta sarung tangan yang akan diserahkan oleh Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko atas kerja sama dengan PT Arista Latindo. Serah terima bantuan dilakukan di Gedung Satrio RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat siang 27 Maret 2020. 

    Kepada para perwakilan rumah sakit, Moeldoko menyampaikan rasa simpati dan penghargaan serta rasa hormat di masa darurat wabah COVID-19 saat ini. "Bapak dan ibu sekalian yang mengelola rumah sakit dengan segala upaya keras bahkan pengorbanan, bahkan ada korban dari dokter dan perawat dalam menghadapi musibah yang tidak kita harapkan” kata Moeldoko dalam sambutannya.

    Moeldoko mengatakan, bantuan yang diserahterimakan saat itu hanya langkah kecil dari bantuan yang dijanjikan akan terus diberikan. Dia menyatakan, bantuan yang masuk ke pemerintah akan didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

    Menutup sambutannya Moeldoko mengatakan “kami bisa mengatakan bahwa para dokter dan perawat adalah pahlawan, yang mengabaikan dirinya untuk kepentingan orang lain.”

    Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Jaringan Katolik Melawan Covid 19 (JKMC). Muliawan Margadana, koordinator umum jaringan itu mengatakan mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi virus corona.

    “Kami mewakili JKMC yang merupakan jaringan rumah sakit katolik se-Indonesia mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia yang diwakili oleh KSP dengan membagikan alat kesehatan ke 16 rumah sakit," katanya.

    Muliawan menggarisbawahi bahwa penanganan pandemi virus corona saat ini bukan hanya tugas pemerintah dan rumah sakit. Tetapi seluruh masyarakat Indonesia secara berama-sama. "Tetap optimis dan menyakini bahwa kita akan melewati masa-masa sulit dengan kebersamaan,” kata dia.

    Jaringan Katolik Melawan Covid 19 (JKMC) beranggotakan perguruan tinggi, rumah sakit, perhimpunan profesi dan ormas-ormas Katolik se-Indonesia. Mereka didukung oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Kantor Staf Presiden (KSP) yang bertujuan membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi pandemi virus corona.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.