Indonesia Bikin Rapid Test Kit COVID-19 Sendiri, Lebih Akurat?

Petugas kesehatan menunjukan test kit berisi sampel darah warga saat rapid test untuk deteksi virus corona di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2020. Rapid test dianggap efektif untuk mengetahui peta wilayah sebaran virus corona yang menginfeksi warga. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan COVID-19 (TFRIC19) merancang Rapid Diagnostic Test (RDT) Kit untuk mendeteksi COVID-19. Alat penapis virus corona tersebut dijanjikan lebih sensitif atau akurat dibandingkan dengan produk rapid test lainnya.

Kepala BPPT Hammam Riza menerangkan, RDT buatan anak bangsa ini dikembangkan menggunakan galur virus dari orang Indonesia. "Ini memiliki kelebihan, lebih sensitif dan spesifik dalam mendeteksi virus corona dibandingkan test kit impor," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2020.

TFRIC19 merupakan bagian dari konsorsium riset dan inovasi yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi khusus untuk menangani pandemi virus corona. Di dalamnya ada Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan industri.

Saat ini BPPT bersama TFRIC19 telah membuat dua prototipe RDT Kit untuk mendeteksi cepat virus corona (SARS-Cov-2) penyebab COVID-19. Keduanya yakni, RDT deteksi antibodi IgG/IgM dan RDT deteksi antigen micro-chip.

Menurut Hammam, dirinya dan tim menargetkan sensitivitas RDT akan lebih tinggi dalam mendeteksi COVID-19 di Indonesia karena menggunakan strain virus dari pasien positif infeksi dari Indonesia. "Tentu hal ini berbeda dengan RDT Kit yang diproduksi luar negeri, karena kit impor tersebut menggunakan strain virus dari negara lain," kata Hammam.

Sama seperti rapid test kit umumnya, purwarupa RDT IgG/IgM ini dikembangkan dalam bentuk strip. Produknya nanti diklaim akan mampu mendeteksi keberadaan infeksi virus dalam 5-10 menit dengan meneteskan darah atau serum pada alat.

Sedang perangkat RDT micro-chip didesain untuk mendeteksi secara dini keberadaan virus COVID-19 pada pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) atau orang tanpa gejala (OTG). Alat ini menggunakan sensor Surface Plasmon Resonance (SPR). Setiap RDT micro-chip dapat mendeteksi sekaligus delapan sampel swab.

Saat ini, Hammam berujar, pengembangan kedua tipe RDT kit masih dalam tahap desain. Keduanya akan diuji validasi menggunakan isolat RNA, yang dimiliki oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat melakukan rapid test untuk deteksi virus corona di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2020. Rapid test dianggap efektif untuk mengetahui peta wilayah sebaran virus corona yang menginfeksi warga. Sayangnya tes ini masih terbatas di kalangan warga ODP dan PDP yang telah disaring terlebih dahulu karena keterbatasan test kit. TEMPO/Prim Mulia

"Kami akan terus mengakselerasi, agar produk ini dapat segera digunakan untuk mendukung percepatan penanganan pandemik COVID-19 secara nasional," kata Hammam.

Hammam berharap RDT deteksi antibodi IgG/IgM sudah dapat diproduksi pada Mei. "Saat ini kami terus melakukan percepatan pengembangan purwarupa RDT IgG IgM, dan RDT micro-chip," ujar dia menambahkan.

Selain alat uji cepat, BPPT dan TFRIC19 juga telah mengembangkan berbagai produk teknologi seperti mobile hand washer dan aplikasi CovidTrack. Saat ini juga sedang disempurnakan portable ventilator untuk diproduksi massal oleh industri. Seluruhnya untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

23 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

23 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

2 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

2 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

2 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

2 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

3 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.