Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lapan Kritik Modifikasi Cuaca Hujan Ekstrem, Ini Jawab BPPT

Reporter

image-gnews
Operasi TMC atau hujan buatan. Kredit: BBTMC BPPT
Operasi TMC atau hujan buatan. Kredit: BBTMC BPPT
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto membenarkan bahwa awan penyebab curah hujan ekstrem biasanya berupa awan kumulonimbus (Cb) yang menjulang tinggi. Bahkan bisa sekumpulan awan kumulonimbus yang dikenal dengan Super Cloud Cluster. "Tetapi jika ditelisik kluster awan seperti itu terdiri atas beberapa yang bisa saja berupa awan rendah hingga kumulonimbus," katanya lewat keterangan tertulis, Jumat malam 24 Januari 2020.

Tri menanggapi kritik yang datang dari Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin tentang efektivitas pelaksanaan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana banjir karena hujan ekstrem di Jakarta dan sekitarnya. Dalam kritik yang disampaikannya di diskusi di Gedung BPPT pada pagi sebelumnya, Thomas menyampaikan misi modifikasi cuaca itu tak efektif selain membahayakan misi itu sendiri.

Dari kiri: Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto, Pakar Iklim dan Cuaca ITB Armi Susandi, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan sebagai moderator Perekayasa Senior BPPT Andi Eka Sakya dalam Focus Group Discussion bertema "Penguatan Ekosistem Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Mitigasi Banjir Jabodetabek" di Gedung II BPPT, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020. TEMPO/Khory

Menurut Thomas, membuat hujan buatan hanya memiliki manfaat yang cukup efektif saat diterapkan pada masa pancaroba dengan kondisi awan yang minim. Satu dari empat alasan yang disodorkan adalah jenis awan yang dihadapi tim jauh berbeda. Awan penyebab hujan ekstrem di musim hujan dijelaskannya adalah awan cumulonimbus yang umumnya berupa gugusan besar, bahkan tergolong raksasa, menjulang lebih dari tujuh kilometer dengan mekanisme updraft yang sangat kuat.

Menjawab itu, Tri menyatakan bahwa tim pemodifikasi cuaca bekerja sebisa mungkin pada awan yang sedang fase tumbuh sebelum matang menjadi gugusan raksasa yang menjulang tinggi. Tentang proses pertumbuhan awan kumulonimbus itu dan bagaimana bahan semai masuk dan menyebar ke hampir seluruh bagian awan disebutnya sudah banyak dipahami ahli meteorologi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Jika tidak berhati-hati dan berpengalaman maka penyemaian pada awan Kumulonimbus memang sangat berbahaya. Tapi tim TMC Nasional telah memiliki teknik penerbangan penyemaian pada awan Cu aktif," katanya lagi. Seandainyapun awan sudah tumbuh menjadi kumulonimbus, dia menambahkan, "Pada batas tertentu Tim TMC masih mampu melakukan penyemaian pada titik-titik yang aman menurut pengamatan dan perhitungan kru pesawat."

Menyadari kompleksitas teknologi modifikasi cuaca itulah, Tri menerangkan, diskusi telah digelar pada Jumat pagi di mana Thomas mengungkap sejumlah catatan kritisnya. Tujuan diskusi, kata Tri, memang untuk memperkuat ekosistem guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi TMC. Tri mencontohkan, diperlukan dukungan prediksi cuaca yang makin akurat dan terkuantifikasi dengan baik agar efektivitas modifikasi cuaca semakin baik pula.

Selain juga dukungan armada. Tri membandingkan dengan metode penggunaan roket atau altileri sebagaimana dilakukan oleh Cina. "Atau mungkin penggunaan pesawat tanpa awak," katanya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

19 jam lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


Pembangunan Bandara IKN Molor gara-gara Hujan, Menhub: Perlu Modifikasi Cuaca

1 hari lalu

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kelaikan jalan bus pariwisata di kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu, 9 Juni 2024. ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Pembangunan Bandara IKN Molor gara-gara Hujan, Menhub: Perlu Modifikasi Cuaca

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan Bandara IKN molor gara-gara hujan. Akan dilakukan modifikasi cuaca.


SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

1 hari lalu

Ilustrasi proyek migas SKK Migas. Foto: dok SKK Migas
SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

SKK Migas memprediksi lifting minyak pada semester II atau hingga akhir 2024 sebesar 595 ribu BOPD.


Toronto Terendam Banjir

3 hari lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro
Toronto Terendam Banjir

Banjir di Toronton Kanada menyebabkan listrik padam, gangguan lalu lintas dan sejumlah penerbangan terlambat atau bahkan dibatalkan.


Hujan Badai di Toronto, Rumah Mewah Drake Kebanjiran

3 hari lalu

Rapper Drake memperlihatkan kondisi dalam rumahnya yang tergenang air karena badai besar di Toronto. Foto: Instagram/@champagnepapi
Hujan Badai di Toronto, Rumah Mewah Drake Kebanjiran

Rapper Drake menunjukkan kondisi di dalam rumahnya yang terendam banjir akibat hujan badai melanda Toronto.


Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

3 hari lalu

Kondisi banjir di Kab Luwu Utara, Senin (15/7). Sumber video: BPBD Kab Luwu Utara
Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

Hujan deras sejak 15 Juli lalu membuat sejumlah sungai utama di Kabupaten Luwu Utara meluap dan melimpas ke pemukiman masyarakat.


Konsistensi Heru Menambah RTB Pengendali Banjir

5 hari lalu

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau Rumah Pompa Air Sentiong di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 29 Februari 2024. Dok. Pemprov DKI, beritajakarta.com
Konsistensi Heru Menambah RTB Pengendali Banjir

Selama 2024, ada delapan waduk/embung yang dibangun di Jakarta. Dua di antaranya adalah waduk baru.


BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

5 hari lalu

Warga mengungsi dengan menggunakan perahu di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

Banjir ini menjadi yang terparah di Gorontalo pada pertengahan tahun 2024


Mengenal Lebih Jauh Bencana Hidrometeorologi

6 hari lalu

Wilayah yang masih terdampak banjir di Kota Gorontalo, per Sabtu, 13 Juli 2024, pukul 11.00 WITA. Lembaga Salam Puan
Mengenal Lebih Jauh Bencana Hidrometeorologi

bencana hidrometeorologi merupakan fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan.


Sebulan hanya 8 Hari Cuaca Cerah di IKN, Menhub Instruksikan Peningkatan Modifikasi Cuaca untuk Genjot Pembangunan Bandara

6 hari lalu

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pembangunan Bandara VVIP IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 1 November 2023. Bandara VVIP IKN berjarak 23 kilometer dari titik 0 IKN dan 120 kilometer dari Balikpapan. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Sebulan hanya 8 Hari Cuaca Cerah di IKN, Menhub Instruksikan Peningkatan Modifikasi Cuaca untuk Genjot Pembangunan Bandara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan peningkatan modifikasi cuaca dalam beberapa bulan ke depan di IKN.