Ahli Virologi Cina Sebut Virus Covid-19 dari Kelelawar Tapal Kuda

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hewan kelelawar dalam habitat aslinya (Dokumentasi LIPI).

    Hewan kelelawar dalam habitat aslinya (Dokumentasi LIPI).

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli virologi Cina, Shi Zhengli, mencurigai kelelawar jenis tapal kuda sebagai inang dari virus corona Covid-19. Dalam penelitiannya, Zhengli mengungkap adanya 'perlombaan' evolusi antara protein yang ada di virus corona dan di sel kelelawar jenis itu. Evolusi itu yang melahirkan beragam genetik si virus. 

    Publikasi temuan itu dilakukan di tengah kecurigaan Amerika kalau virus corona Covid-19 berasal dari laboratorium di Cina. Tepatnya dari laboratorium Institut Virologi Wuhan yang dipimpin Zhengli. Namun Perempuan peneliti yang dikenal sebagai 'Bat Woman' itu menegaskan virus itu produk evolusi alami dan telah melompat ke manusia dari kelelawar.

    Zhengli menunjuk spesifik Rhinolophidae salah satu jenis kelelawar yang merupakan inang dari virus yang sedang menciptakan pandemi tersebut. Ini adalah jenis kelelawar yang sama yang berada di balik wabah SADS (Swine Acute Diarrhea Syndrome) yang menyebabkan kematian 25 ribu babi pada 2016-2017 lalu.

    Penelitiannya yang terbaru mendapati kelelawar jenis itu membawa banyak virus corona dengan keragaman genetik yang tinggi. Keragaman itu terutama dalam protein paku virus yang berperan menempel pada sel manusia dan menginfeksinya.

    Penelitian Zhengli pertama kali dipublikasikan dalam platform bioRxiv berjudul "Evolusi antara virus dan inangnya memicu beragam genetika dalam kelelawar SARS" pada 14 Mei 2020. Temuan itu menyebutkan bahwa protein paku SARS-CoV dan protein reseptor ACE2 pada kelelawar tapal kuda mungkin telah berevolusi bareng dan mengalami seleksi yang ketat satu sama lain.

    Selanjutnya studi tersebut mengarah pada pembuktian bahwa kelelawar tapal kuda telah menjadi inang alami SARS-CoV-2. "Pengawasan berkelanjutan terhadap kelompok virus pada kelelawar ini sangat diperlukan untuk mencegah penyakit serupa SARS berikutnya," kata Zhengli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.