Menentang Rasisme, Jutaan Orang Unggah Gambar Hitam di Internet

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita memegang plakat ketika ia menghadiri aksi protes dan mengenang tewasnya Adama Traore, seorang pria kulit hitam Prancis berusia 24 tahun yang meninggal dalam operasi polisi 2016, juga pada George Floyd yang meninggal oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat, di depan gedung pengadilan di Paris, Prancis, 2 Juni 2020. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Seorang wanita memegang plakat ketika ia menghadiri aksi protes dan mengenang tewasnya Adama Traore, seorang pria kulit hitam Prancis berusia 24 tahun yang meninggal dalam operasi polisi 2016, juga pada George Floyd yang meninggal oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat, di depan gedung pengadilan di Paris, Prancis, 2 Juni 2020. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk menentang rasisme dan sebuah bentuk protes besar setelah kematian warga kulit hitam di Amerika Serikat, George Floyd, jutaan orang di seluruh dunia mengunggah gambar hitam di akun media sosial Instagram dan Twitter sebagai gerakan #BlackoutTuesday.

    Floyd merupakan seorang pria keturanan Afrika-Amerika, meninggal di Minneapolis, Amerika Serikat minggu lalu. Dalam sebuah video yang beredar, seorang polisi kulit putih berlutut di atas leher Floyd selama beberapa menit ketika melakukan penangkapan karena diduga menggunakan uang kertas palsu senilai US$ 20, demikian dikutip laman News Sky, Selasa, 2 Juni 2020.

    Berbagai kalangan ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut mulai dari penyanyi Rihanna, Jamie Foxx, Drake, Nile Rodgers, sampai dengan Quincy Jones. Bahkan, perusahaan rekaman termasuk Sony Music, Atlantic Records, Capitol Music Group, Warner Records dan Def Jam juga ikut mengkampanyekan #TheShowMustBePaused, melalui akun Instagram-nya.

    Dengan mengunggah kotak hitam di halaman Instagram-nya, Rihanna mengatakan mereknya, Fenty, tidak akan melakukan bisnis apapun pada Selasa, 2 Juni 2020.

    Sementara Foxx, yang telah bergabung dengan protes di San Francisco, menulis posnya dengan tagar #blackouttuesday #blacklivesmatter #justiceforgeorgefloyd.

    Di Amerika, termasuk Foo Fighters, Katy Perry dan Britney Spears mendukung gerakan ini, sementara di musisi Inggris seperti Radiohead, Tim Burgess dan Mumford & Sons, serta Festival Glastonbury dan tokoh-tokoh terkenal seperti bintang sepak bola Gary Lineker, juga ikut ambil bagian.

    Bahkan, stasiun radio dan perusahaan lain juga menjanjikan pemadaman media sosial untuk hari itu. Protes tersebut terjadi di seluruh dunia, dan di Amerika diikuti berbagai kerusuhan setelah kematian pria berusia 46 tahun itu, inisiatif #BlackoutTuesday juga menyerukan agar bisnis ditunda selama sehari.

    Produser yang dihormati Jones menulis: "Sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan karena saya telah berurusan dengan rasisme sepanjang hidup saya.”

    Columbia Records mengatakan Selasa bukan hari libur, tapi kesempatan untuk mencari cara bergerak maju dalam solidaritas. Sementara, presenter Apple Zane Lowe mengatakan dia tidak akan mempresentasikan acara radionya. “Tapi sebaliknya dia akan mendengarkan, belajar dan mencari solusi untuk melawan ketidaksetaraan ras.”

    Demonstrasi pecah di seluruh Amerika setelah kematian Floyd dan tuduhan brutal polisi lainnya terhadap orang kulit berwarna. Polisi telah bentrok dengan pengunjuk rasa di kota-kota termasuk New York, Los Angeles dan Minneapolis, sementara Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan militer negara itu kecuali jika otoritas negara menghentikan demonstrasi yang sedang berlangsung.

    NEWS SKY | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.