Begini Modus Operandi Peretasan Akun Twitter Tokoh Dunia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Twitter.[REUTERS]

    Logo Twitter.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari Rabu, 15 Juli 2020, Twitter dikejutkan oleh seorang hacker atau peretas yang berhasil meretas akun-akun ternama sekaligus. Akun-akun tersebut menyebarkan penipuan mengenai cryptocurrency (mata uang kripto). Sepertinya pelaku diduga orang dalam dari Twitter yang menggunakan alat khusus “admin” untuk meretas akun-akun tersebut.

    “Kami menggunakan perwakilan yang benar-benar melakukan semua pekerjaan untuk kami,” ujar salah satu sumber anonim. Sumber anonim kedua mengaku memberi suapan uang kepada orang dalam Twitter.

    Juru bicara Twitter memberitahu Motherboard, tim berita yang mewawancara sumber anonim, bahwa mereka sedang menginvestigasi apakah salah satu karyawan mereka menggunakan atau memberi alat “admin” tersebut.

    Alat “admin” tersebut tampaknya memiliki banyak kemampuan. Selain membatasi sementara atau permanen kepada pengguna, alat ini juga bisa melarang pengguna dalam membuat cuitan terbaru, seperti yang saat ini terjadi kepada akun-akun verified Twitter yang sempat diretas. Sebagian akun yang diretas memiliki alamat email yang berubah, menandakan alat ini bisa mengubah email sekaligus password.

    Empat sumber anonim yang dekat dengan komunitas peretas ini memberikan screenshot mengenai alat admin tersebut. Screenshot dari alat admin tersebut menunjukkan data-data lengkap mengenai akun Twitter, termasuk kondisi akun apabila kena ban atau tidak.

    Beberapa akun ternama yang diretas termasuk Barrack Obama, Bill Gates, Elon Musk, Kanye West, Jeff Bezos, dan masih banyak lagi. Peretasan ini pastinya dibantu dengan bot otomatis untuk bisa menyerang banyak akun sekaligus. Kejadian ini adalah kasus pelanggaran keamanan (security breach) terburuk yang dialami Twitter.

    Pada tahun 2017, seorang karyawan Twitter menghapus akun Presiden Donald Trump sementara. Ada pula dua karyawan Twitter yang memanfaatkan posisi mereka dengan cara mengintai akun-akun untuk rezim Saudi. Perlu diketahui bahwa semua perusahaan teknologi selain Twitter pasti punya risiko oleh orang-orang dalam yang nakal.

    VICE | CNET | FERDINAND ANDRE | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.