Lapan: Pembelajaran Daring Perlu Penguatan Satelit Komunikasi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satelit Nusantara Satu yang meluncur di Cape Canevaral, Florida, AS, Jumat, 22 Februari 2019. (psn.co.id)

    Satelit Nusantara Satu yang meluncur di Cape Canevaral, Florida, AS, Jumat, 22 Februari 2019. (psn.co.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan pembelajaran dalam jaringan (daring) memerlukan dukungan penguatan satelit komunikasi untuk mendukung kelancaran pembelajaran jarak jauh sampai ke pelosok Tanah Air terutama dalam kondisi di masa pandemi Covid-19.

    "Secara umum untuk kebutuhan pendidikan dibutuhkan fasilitas internet dengan satelit komunikasi yang ada atau akan diadakan," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Pandemi Covid-19 telah memaksa berbagai perubahan, termasuk dunia pendidikan, untuk memanfaatkan teknologi satelit untuk pertemuan jarak jauh.

    Proses belajar tatap muka di kelas telah beralih menjadi kelas daring. Fasilitas multimedia menjadi pendukung untuk menyampaikan pengajaran atau kuliah lisan, disertai bahan tertulis, serta peraga dalam video. Demikian pula komunikasi data internet diperlukan.

    Wilayah-wilayah terpencil juga masih mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh karena kurangnya infrastruktur yang mendukung.

    Untuk mencapai semua wilayah di Indonesia, fasilitas satelit dianggap yang paling efisien karena jaringan kabel optik tidak bisa menjangkau pulau-pulau terpencil.

    Thomas menuturkan Lapan sedang menyiapkan satelit komunikasi orbit rendah, namun masih fokus untuk komunikasi data.

    Dia mengatakan mungkin suatu saat satelit yang sedang dikembangkan itu bisa dimanfaatkan untuk internet yang bisa digunakan untuk pendidikan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.