Melonjak, Hampir 500 Ribu Orang Amerika Tertular Covid-19 dalam Seminggu

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang pejalan kaki melintasi Times Square di New York, Amerika Serikat (AS), pada 28 September 2020. Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah korban meninggal Covid-19 terbanyak di dunia yaitu 211,475 dikutip dari situs Worldometers.info.  (Xinhua/Wang Ying)

    Dua orang pejalan kaki melintasi Times Square di New York, Amerika Serikat (AS), pada 28 September 2020. Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah korban meninggal Covid-19 terbanyak di dunia yaitu 211,475 dikutip dari situs Worldometers.info. (Xinhua/Wang Ying)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir 500 ribu orang di Amerika Serikat telah tertular Covid-19 dalam tujuh hari terakhir, ketika kasus dan rawat inap mencatat rekor baru di Midwest--bagian tengah utara Amerika Serikat.

    Hal itu berdasarkan perhitungan Reuters, Selasa, 27 Oktober 2020, serta terdapat lebih dari 5.600 orang yang meninggal minggu lalu, dengan rawat inap melonjak 13 persen.

    Illinois, yang muncul sebagai hot spot dalam beberapa pekan terakhir, melaporkan lebih dari 31 ribu kasus baru dalam tujuh hari terakhir, lebih banyak infeksi baru daripada negara bagian lain kecuali Texas. Untuk menahan lonjakan tersebut, Gubernur Illinois JB Pritzker memberlakukan putaran baru pembatasan di enam dari 11 wilayah.

    Kunjungan ke bar dan restoran akan ditangguhkan mulai hari ini, Rabu, 28 Oktober 2020, dan pertemuan akan dibatasi untuk 25 orang. Langkah ini merupakan formula negara bagian yang memicu 'mitigasi' ketika tingkat positif mencapai 8 persen selama setidaknya dua hari berturut-turut.

    Daerah yang terkena dampak termasuk beberapa pinggiran Chicago. Negara bagian lain telah menunda untuk membuka kembali rencana menghentikan penyebaran virus karena cuaca yang lebih dingin terjadi di sebagian besar negara.

    Gubernur Idaho Brad Little pada Senin, 26 Oktober 2020 mengumumkan bahwa pertemuan dalam ruangan lebih dari 50 orang akan dilarang, dan pertemuan luar ruangan akan dibatasi pada kapasitas 25 persen. Pakar kesehatan percaya virus melonjak karena pertemuan sosial pribadi, suhu yang lebih dingin juga mendorong orang untuk tetap berada di dalam ruangan, dan kelelahan dengan tindakan pencegahan Covid-19.

    Di luar Midwest, kota El Paso di Texas juga menghadapi lonjakan kasus yang membebani rumah sakit setempat, bahkan pejabat sampai mendirikan fasilitas perawatan alternatif untuk membantu meringankan pusat medis.

    Dokter spesialis penyakit menular di El Paso Ogechika Alozie memerangkan, dia dam tim telah menangani semua jenis penyakit, lebih dari 65 jenis. Pasiennya juga bermacam-macam, ada yang berusia 20 tahun, 30 tahun, ada pulang yang 40 tahun. "Memang ada rasa lelah, tapi sekali lagi, kami selalu bekerja keras dan merawat pasien," ujar dia.

    Di sisi lain dari lonjakan kasus di Amerika, Presiden Donald Trump akan menghadapi pertarungan pemilihan presiden yang sulit pada 3 November. Dia mengecam laporan bahwa virus corona sedang melonjak, dan menegaskan kembali klaim salahnya bahwa negara itu "berbalik menyerang" dalam pertempurannya melawan virus yang telah menewaskan lebih dari 225.800 orang Amerika itu.

    Pennsylvania, negara bagian "medan pertempuran" virus yang diperebutkan dengan panas dalam pemilihan pekan depan, pada Selasa, 27 Oktober 2020, melaporkan rekor baru dalam kasus Covid-19, menurut departemen kesehatan negara bagian setempat.

    Menurut data dati John Hopkins University, menjelang lebih dari seminggu lagi pemilihan presiden, rata-rata kematian per hari di seluruh negeri naik 10 persen selama dua minggu terakhir, dari 721 menjadi hampir 794 pada Minggu, 25 Oktober 2020. Infeksi yang dikonfirmasi per hari meningkat di 47 negara bagian, dan kematian meningkat di 34 negara bagian.

    Pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa hanya masalah waktu sebelum angka kematian terus meningkat, mengingat lonjakan kasus yang memecahkan rekor yang melanda negara itu. Kematian adalah indikator yang tertinggal--biasanya dibutuhkan beberapa minggu bagi orang untuk sakit dan meninggal karena virus corona.

    Michael Osterholm, pakar penyakit menular dari University of Minnesota telah memperingatkan potensi lonjakan selama musim gugur di Amerika, dengan mengatakan apa yang terjadi sekarang adalah gabungan dari tiga faktor. Pertama karena lelah menghadapi pandemi, kedua "kemarahan pandemi" di antara mereka yang tidak percaya bahwa Covid-19 adalah ancaman nyata, dan cuaca dingin, yang memaksa lebih banyak orang Amerika berada di dalam ruangan, tempat virus dapat menyebar lebih mudah daripada di luar.

    REUTERS | JOHN HOPKINS UNIVERSITY | ALJAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.