Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gerhana Bulan Pamungkas 2020, Gempa Pengalengan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu 17 Juli 2019. Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir. ANTARA FOTO/Paramayuda

    Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu 17 Juli 2019. Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir. ANTARA FOTO/Paramayuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang keunikan peristiwa gerhana bulan pada Senin, 30 November. Pengamat di Indonesia tidak bisa menyaksikannya secara lengkap. ”Saat bulan terbit sudah dalam kondisi gerhana,” kata Avivah Yamani, penggiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan, Bandung, Senin, 2 November 2020.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang BMKG menyatakan belum ada potensi gempa susulan setelah gempa di wilayah Kabupaten Bandung, Minggu malam 1 November 2020. Gempa berkekuatan 4,0 itu terjadi pada pukul 21.34 WIB.

    Selain itu, gempa tektonik bermagnitudo 4,0 menggoyang sebagian wilayah Bandung, Minggu malam ini, 1 November 2020. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatatnya terjadi pada pukul 21.34 WIB dengan sumber gempa diketahui berada di darat.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Keunikan Gerhana Bulan Pamungkas 2020 di Akhir November

    Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu 17 Juli 2019. Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir. ANTARA FOTO/Paramayuda

    Peristiwa gerhana bulan sepanjang 2020 akan berakhir pada Senin, 30 November. Namun pengamat di Indonesia tidak bisa menyaksikannya secara lengkap. ”Saat bulan terbit sudah dalam kondisi gerhana,” kata Avivah Yamani, penggiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan, Bandung, Senin, 2 November 2020.

    Menurutnya, gerhana bulan penumbra pada 30 November 2020 di wilayah Indonesia akan dimulai pada pukul 14.32 WIB. Waktu puncaknya pada pukul 16.44 WIB, dan berakhir pukul 18.53 WIB. Pengamatan gerhana bulan itu di wilayah Indonesia baru bisa dilakukan setelah matahari terbenam. Saat bulan purnama baru terbit itu dia langsung muncul dalam kondisi gerhana.

    Gerhana bulan pada akhir November itu bukan total melainkan penumbra. Jadi bulan tidak akan menghilang dari langit gara-gara sinar matahari tertutup bayangan bumi. Mengutip dari laman Langit Selatan, bulan yang terang karena sedang purnama akan meredup saat gerhana penumbra berlangsung. Bulan akan tampak seperti dihalangi bayangan gelap.

    Gerhana Bulan terjadi saat bumi berada di antara matahari dan bulan dengan konfigurasi yang sejajar. Posisi seperti itu membentuk dua kerucut bayangan Bumi. Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra. Saat itu bumi mengahalangi sebagian cahaya matahari untuk mencapai bulan. Sedangkan gerhana bulan total terjadi jika kerucut bayangan lain yang disebut umbra, membuat bayangan bumi seluruhnya menutupi bulan.

    2. Gempa Goyang Pangalengan, Ini Catatan Aktivitas Sesar Garsela

    Lokasi sumber gempa bumi berkekuatan 4 Magnitudo di Kabupaten Bandung, Minggu malam 1 November 2020. (ANTARA/HO-BMKG)

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyatakan belum ada potensi gempa susulan setelah gempa di wilayah Kabupaten Bandung, Minggu malam 1 November 2020. Gempa berkekuatan Magnitudo 4,0 itu terjadi pada pukul 21.34 WIB.

    "Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," kata Kepala BBMKG Wilayah II, Hendro Nugroho dalam keterangannya yang diterima di Bandung, Minggu malam.

    Ia mengatakan gempa itu bersumber di darat, kedalaman lima kilometer, sehingga tidak ada potensi tsunami di laut selatan pulau Jawa. Penyebabnya diketahui aktivitas Sesar Garut Selatan atau Garsela, tepatnya, 21 kilometer tenggara Kabupaten Bandung.

    Getarannya yang terkuat dirasakan di Kecamatan Pangalengan dengan skala III MMI atau setara getaran gempa yang bisa dirasakan di dalam rumah, seakan ada truk yang sedang melintas.

    Gempa ini hanya selang sehari dari yang terjadi di Purwakarta dan getarannya juga dirasakan di Bandung sebelah barat. Gempa Sabtu pagi itu tercatat berkekuatan 2,6 M tapi dengan kedalaman yang leih dangkal, yakni tiga kilometer. Di kawasan ini diketahui keberadaan Sesar Cirata.

    3. Warga Bandung Selatan Dikagetkan Gempa 4,0 M Malam Ini

    Ilustrasi gempa. REUTRES

    Gempa tektonik bermagnitudo 4,0 menggoyang sebagian wilayah Bandung, Minggu malam ini, 1 November 2020. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatatnya terjadi pada pukul 21.34 WIB dengan sumber gempa diketahui berada di darat.

    Gempa disebutkan tergolong dangkal dengan kedalaman 5 kilometer. Penyebabnya telah bisa langsung diketahui akibat aktivitas Sesar Garsela (Garut Selatan).

    Menurut keterangan tertulis dari Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho, pusat atau episenter gempa itu terletak pada koordinat 7,20 LS dan 107,60 BT. “Tepatnya, 21 kilometer tenggara Kabupaten Bandung,” ujarnya.

    Dampak gempa seperti pada peta tingkat guncangan BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat terasa nyata di wilayah Kecamatan Pangalengan. Berskala intensitas III MMI atau getaran lindu terasa di dalam rumah seperti ada truk yang lewat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.