Konflik Manusia dan Gajah, Sri Lanka Catat Kematian Gajah Tertinggi di Dunia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua ekor gajah mengamuk di sebuah acara parade keagamaan di Sri Lanka. Sumber: mirror.co.uk

    Dua ekor gajah mengamuk di sebuah acara parade keagamaan di Sri Lanka. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Kolombo - Sri Lanka mencatat angka kematian gajah tahunan tertinggi dan kematian manusia tertinggi kedua di dunia akibat konflik manusia-gajah, demikian dilaporkan media lokal Daily News, mengutip Komite Akun Publik (COPA) pada Sabtu, 12 Desember 2020.

    Dalam diskusi yang digelar COPA belum lama ini, terungkap bahwa Sri Lanka menduduki posisi kedua dalam pelaporan jumlah kematian manusia tertinggi di dunia akibat konflik manusia-gajah, sementara India menduduki posisi pertama.

    Ketua COPA Tissa Vitharana mengatakan meski rata-rata jumlah kematian gajah akibat konflik manusia-gajah di Sri Lanka menyentuh angka 272 per tahun, total 407 gajah mati dalam setahun terakhir.

    Dia juga menuturkan kendati rata-rata kematian manusia akibat konflik gajah-manusia mencapai 85 orang per tahun, sebanyak 122 orang tewas dalam setahun terakhir.

    Vitharana dan anggota COPA lainnya menekankan perlunya Departemen Margasatwa dan badan terkait lainnya untuk bekerja sama dalam program yang lebih efisien guna mengatasi masalah tersebut.

    Dia memaparkan meski telah dilakukan sejumlah upaya selama 60 tahun untuk menyelesaikan konflik manusia dan gajah, tidak ada kemajuan berarti yang dicapai sehingga diperlukan pendekatan baru untuk menemukan solusi.

    Diungkapkan komite itu, walau pagar gajah sepanjang 4.211 km telah dibangun pada 2016 guna mengendalikan konflik manusia dan gajah di seluruh Sri Lanka, pagar tersebut menjadi tidak berfungsi dalam waktu singkat karena perawatan yang kurang memadai.

    Pihak komite juga mengatakan banyak pembangunan yang terpaksa dihentikan akibat aksi protes masyarakat di beberapa daerah yang menganggap pembangunan pagar itu mengubah batas tanah mereka.

    Membunuh gajah liar di Sri Lanka dianggap sebagai tindak pidana, tetapi ada laporan berkala tentang warga desa yang marah meracuni atau menembak gajah-gajah itu. Catatan resmi menunjukkan populasi gajah liar di Sri Lanka diperkirakan mencapai 7.500 ekor.

    XINHUA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.