Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Ikan di Laut Bernyanyi, Myanmar Blokir Facebook

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekumpulan ikan melintas di antara terumbu karang di perairan kawasan pulau Babi, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA/Anis Efizudin

    Sekumpulan ikan melintas di antara terumbu karang di perairan kawasan pulau Babi, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang penelitian McCauley dan timnya yang merekam suara ikan di perairan pantai Pelabuhan Hedland di Australia Barat sepanjang 18 bulan. Seperti yang pernah dipublikasikan dalam Jurnal Bioacoustic, mereka menyatakan mengidentifikasi tujuh koor ikan yang berbeda, terjadi saat senja dan fajar menyingsing.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Virus Nipah Ancam Kepri, Antre PlayStation 5 Ricuh

    Berita terpopuler selanjutnya tentang penyedia internet di Myanmar termasuk MPT, perusahaan telekomunikasi milik negara, memblokir akses ke berbagai layanan milik Facebook di negara itu pada Kamis, 4 Februari 2021, beberapa hari setelah para pemimpin militer merebut kekuasaan dalam kudeta.

    Selain itu, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan radius potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru, Kamis, 4 Februari 2021 dari sebelumnya 4 kilometer menjadi 5 kilometer.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Penelitian di Australia: Ikan di Laut Bernyanyi Seperti Burung di Hutan

    Sekumpulan ikan melintas di antara terumbu karang di perairan kawasan pulau Babi, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA/Anis Efizudin

    Masih ingat film animasi Finding Nemo bikinan Disney, dan sekuelnya, Finding Dory? Bagaimana ikan Dory mengajarkan ikan badut Marlin, ayah Nemo, mengucapkan terima kasih kepada paus? Atau ketika Marlin bersama kawanan ikan lain bersama-sama menyerukan, 'push' untuk membebaskan diri dari pukat nelayan?

    Samudera ternyata bukan tempat yang sepi. Kalau kita coba perhatikan lagi baik-baik, mungkin akan terdengar suara-suara seperti Dory dan Marlin itu, atau bahkan suara paduan suara mereka. Ini yang dikerjakan Robert McCauley dan koleganya di Curtin University di Perth, Australia.

    Mereka mendapati kebanyakan dari musik bawah air ini datang dari soloist fish, mengulangi seruan yang sama berulang-ulang kali. Ketika seruan-seruan itu berbarengan (overlap), mereka jadi membentuk seperti koor.

    McCauley dan timnya meneliti merekam suara ikan di perairan pantai Pelabuhan Hedland di Australia Barat sepanjang 18 bulan. Seperti yang pernah dipublikasikan dalam Jurnal Bioacoustic, mereka menyatakan mengidentifikasi tujuh koor ikan yang berbeda, terjadi saat senja dan fajar menyingsing.

    2. Myanmar Blokir Facebook, Messenger, Instagram dan WhatsApp

    Kendaraan lapis baja tentara Myanmar melewati sebuah jalan setelah mereka merebut kekuasaan dalam kudeta di Mandalay, Myanmar 2 Februari 2021. REUTERS/Stringer

    Penyedia internet di Myanmar termasuk MPT, perusahaan telekomunikasi milik negara, memblokir akses ke berbagai layanan milik Facebook di negara itu pada Kamis, 4 Februari 2021, beberapa hari setelah para pemimpin militer merebut kekuasaan dalam kudeta.

    Sebuah surat yang diposting online oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Myanmar semalam mengatakan layanan Facebook akan diblokir hingga 7 Februari demi stabilitas.

    Beberapa pengguna di Myanmar melaporkan bahwa mereka tidak dapat mengakses beberapa layanan Facebook.

    Grup pemantau jaringan NetBlocks mengonfirmasi MPT, yang memiliki 23 juta pengguna, telah memblokir Facebook serta layanan Messenger, Instagram, dan WhatsApp. Telenor Asa dari Norwegia mengatakan baru saja memblokir Facebook untuk mematuhi arahan tersebut.

    3. PVMBG Naikkan Radius Ancaman Bahaya Erupsi Gunung Semeru Jadi 5 Kilometer

    Gunung Semeru kembali meluncurkan awan panas guguran, Selasa pagi, 2 Februari 2021. BPBD Lumajang

    Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan radius potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru, Kamis, 4 Februari 2021 dari sebelumnya 4 kilometer menjadi 5 kilometer.

    Perubahan radius ancaman bahaya ini menyusul aktivitas vulkanik Semeru berupa guguran lava pijar serta awan panas guguran.

    Laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru yang diperoleh TEMPO menyebutkan ihwal perubahan tersebut. Masyarakat, pengunjung atau wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor Tenggara-Selatan.

    Vulkanogi juga meminta warga mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.