Cuaca Ekstrem Berlanjut Seminggu ke Depan, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara sejumlah rumah yang tergenang banjir akibat luapan kali Bekasi, Jawa Barat, Senin, 8 Februari 2021. Menurut data BPBD Bekasi banjir terjadi karena kiriman air dari wilayah Bogor berimbas pada kenaikan debit air kali Bekasi pada pukul 09.00 WIB. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    Foto udara sejumlah rumah yang tergenang banjir akibat luapan kali Bekasi, Jawa Barat, Senin, 8 Februari 2021. Menurut data BPBD Bekasi banjir terjadi karena kiriman air dari wilayah Bogor berimbas pada kenaikan debit air kali Bekasi pada pukul 09.00 WIB. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperingatkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini memasuki  musim hujan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.

    Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menerangkan, kondisi saat ini telah diprediksi sejak Agustus tahun lalu. Puncak musim hujan Januari-Februari 2021 terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. 

    Baca juga:
    Banjir di Pulau Jawa, BPPT dan Teknologi Hujan Buatannya Tunggu Arahan

    “Analisis BMKG menunjukkan, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan masih dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Februari 2021.

    Menurut Guswanto, hal ini disebabkan munculnya pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia. Selain itu munculnya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah utara Indonesia. Keduanya mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

    “Kondisi labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia turut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal,” katanya menambahkan.

    Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, BMKG memperkirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Di antaranya adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

    Wilayah lainnya, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Serta Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

    “Sementara itu berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai ada daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori menengah pada Dasarian II Februari (sepuluh hari ke-2) di bulan Februari 2021,” kata Guswanto.

    Wilayah itu di antaranya sebagian kecil Aceh bagian selatan, sebagian kecil Jambi bagian tengah, sebagian kecil Jawa Barat bagian timur, sebagian Jawa Tengah bagian utara, dan sebagian kecil Jawa Timur bagian timur. Termasuk sebagian kecil Sulawesi Tengah bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian utara, Sulawesi Tenggara bagian utara, sebagian kecil Papua Barat bagian timur dan sebagian kecil Papua bagian utara dan tengah.

    Baca juga:
    Peta Banjir Jawa Barat dan Dampaknya, Ada yang Tenggelam Hampir 5 Meter

    Khusus pada periode 10-11 Februari 2021, potensi dampak banjir atau banjir bandang dengan status SIAGA adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perkiraan ini dibuat BMKG berbasis dampak (Impact Based Forecast - IBF).

    .


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.