Tips Memilih Jurusan Kuliah, Penting Memahami Passion dan Memilih Role Model

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti (tengah) bersama Rektor UGM Panut Mulyono (ketiga kanan) berfoto bersama mahasiswa saat pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Mayarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2019 bertajuk

    Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti (tengah) bersama Rektor UGM Panut Mulyono (ketiga kanan) berfoto bersama mahasiswa saat pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Mayarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2019 bertajuk "KKN-PPM UGM Mengabdi Untuk Indonesia, Menginspirasi Dunia" di Lapangan Pancasila, UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat, 28 Juni 2019. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT akan segera menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional atau UTBK-SBMPTN. Calon peserta ujian terlebih dalu harus mendaftar dan membuka akun di LTMPT. Pertanyaan berikutnya, bagaimana tips memilih jurusan kuliah?

    Memilih jurusan kuliah bukanlah perkara gampang. Memilih di jurusan apa kuliah, adalah saat dimana calon mahasiswa merasa gamang menentukan masa depannya. Pertimbangan itu bermacam-macam seperti apakah jurusan kuliah yang diambil, apakah sudah sesuai dengan passion, hingga prospek kerja dari jurusan yang dipilih.

    Permasalahan memilih jurusan kuliah tidak berhenti disitu saja, sebab masih ada permasalah pribadi yang sering dijumpai. Biasanya muncul pertanyaan apakah seorang introvert bisa berkuliah di jurusan A? Kalau tidak bisa apakah harus ke jurusan B?, belum lagi kemauan antara orang tua dan anak yang berbeda. Inilah pentingnya mengenali passion dalam diri kita agar tak berlarut-larut dalam kegundahan.

    Ketika siswa menginjak masa-masa transisi dari SMA atau sederajat ke jenjang perkuliahan banyak dijumpai siswa yang belum mengenali passion-nya sendiri. Akibatnya mereka cenderung memilih jurusan sesuai seperti yang diminta orang tua atau sekadar mengikuti teman-temannya.

    Memilih jurusan kuliah yang diminta orang tua bukan suatu kesalahan, namun siswa perlu mendiskusi hal apa yang disukai siswa dan prospek seperti apa yang ingin dicapai.

    Terkait hal  tersebut Uu Ruzhanul Ulum Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan, “Perbedaan anak sekarang dengan dulu, saat lulus SMA kalau dulu orang tua yang menentukan dan memberi keputusan, tapi di zaman digital ini yang dominan ditentukan oleh siswa itu sendiri."

    Menurutnya dengan kemudahann akses digital siswa dengan mudah menerima akses infomasi terkait jurusan dan kampus yang dipilih.

    Lutvianto Pebri Handoko (CEO Akupintar), pernah melakukan riset kecil-kecilan pada 2017 lalu terkait mahasiswa dan pekerja. Menurutnya 87 persen merasa salah jurusan dan 71,7 persen pekerja tidak melakukan pekerja sesuai dengan linear yang mereka pelajari sebelumnya.

    Menurut Pebri banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, seperti merasa salah jurusan karena ikut-ikutan teman, cita-cita masa kecil, asumsi jurusan terhadap prospek kerja yang akan didapat, gengsi dalam memilih jurusan, serta salah pilih jurusan yang dipengaruhi saran orang tua—tanpa mendiskusikan diantara kedua belah pihak.

    Banyak cara untuk mengenali potensi diri yang dimiliki seperti, memilih jurusan kuliah yang akan memotivasi diri. Motivasi akan memacu diri untuk tetap semangat menghadapi perkuliahan, sebab kita sudah memilih resiko yang akan dihadapi.

    Memilih role model juga menjadi cara ampuh untuk tips memilih jurusan kuliah. Hal ini dikarenakan kita punya referensi seseorang yang tentunya dilihat dari kecerdasan atau daya kreatifitasnya. Selain itu kita juga bisa mengenali potensi diri dengan kenali keunikan diri dan bertanya kepada orang terdekat.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca juga:  UTBK-SBMPTN 2021, Jangan Lupa Daftar Akun LTMPT dan Catat Jadwalnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.