Kasus Positif Covid-19 Balikpapan Jadi 33 dari Ratusan, PPKM Dianggap Efektif

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadinkes Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Kredit: ANTARA/Bovi Abdi

    Kadinkes Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Kredit: ANTARA/Bovi Abdi

    TEMPO.CO, Balikpapan - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengaku kaget saat Senin, 8 Maret 2021, mendapati 33 kasus baru positif terinfeksi Covid-19.

    Baca:
    QS World University Rankings, Dua Bidang Studi di UGM Ini Terbaik di Indonesia

    “Saya kaget, saya sempat menunda penyampaian informasi kepada media. Saya minta staf untuk mengecek lagi, apa benar cuma 33 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, di Balai Kota Balikpapan.

    “Setelah dicek ulang, memang hanya 33. Jadi ya alhamdulillah secara keseluruhan ada penurunan kasus di Kota Balikpapan pada hari ini,” ujar Kadinkes itu pula.

    Sejak pertengahan Januari 2021 ini, rata-rata kasus positif Covid-19 di Balikpapan mencapai 120-an kasus per hari. Jumlah 30-an ini sama dengan sebelum libur Natal dan Tahun Baru 2020 lampau.

    Kadinkes menyatakan pula bahwa biasanya antrean spesimen untuk diperiksa di laboratorium mencapai ratusan bahan. Namun, saat ini hanya ada 14 kasus.

    “Jadi ada 14 spesimen yang tersimpan yang belum bisa terkonfirmasi. Biasanya yang tersimpan ada puluhan sampai ratusan. Ini saya tanya berulang-ulang juga ke tim surveilans, apa benar itu tersisa 14 saja,” ujarnya lagi.

    Andi Sri Juliarty memperkirakan, penurunan drastis itu terjadi karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung dalam skala mikro. Pengawasan oleh satgas di tingkat rukun tetangga (RT) itu dinilai efektif membatasi penularan.

    “Sekarang kan sudah tidak ada lagi RT yang dalam zona oranye, yang di RT itu ada 5-10 rumah yang penghuninya terpapar Covid-19,” kata Kadinkes lagi.

    Permintaan agar yang masuk satu lingkungan untuk mencuci tangan, pakai masker, dan terus jaga jarak dianggap cukup efektif mendisiplinkan warga.

    “Apakah ini juga sebab vaksin, saya kira belum, sebab baru tenaga kesehatan yang sudah 2 kali vaksin. Tapi kami sudah menuju kepada kekebalan kelompok itu,” ujarnya pula.

    Dia kemudian merinci dari 33 kasus baru terkonfirmasi positif itu, 17 kasus dengan riwayat bergejala, 3 kasus riwayat tracing di tempat kerja, 9 kasus riwayat tracing di masyarakat, dan 4 kasus riwayat orang tanpa gejala (OTG).

    Kemudian, 93 pasien sembuh atau selesai isolasi yakni 1 pasien dari isolasi perusahaan, 16 pasien dari RS Kanujoso Djatiwibowo, 6 pasien dari RS Pertamina, dan 70 pasien isolasi mandiri.

    Adapun pasien Covid-19 yang meninggal dunia 2 orang, yakni laki-laki usia 44 tahun dan perempuan usia 36 tahun, meninggal di RS AWS Samarinda. Seluruhnya sebanyak 504 kasus kematian di Kota Balikpapan ini.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.